Lubuklinggau – Kinerja kepolisian yang humanis dan responsif kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Lubuklinggau.
Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin dinamis menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kepolisian hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom yang peduli terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online (ojol).
Di bawah terik matahari yang menyengat, para pengemudi ojol tetap setia menyusuri jalanan Kota Lubuklinggau demi mengais rezeki.
Melihat realitas tersebut, Polres Lubuklinggau bersama Pemerintah Kota mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan sosial berupa ratusan paket sembako kepada para pengemudi ojol.
Sebanyak 250 paket sembako yang terdiri dari beras, sirup, serta kebutuhan pokok lainnya dibagikan langsung di halaman Mapolres Lubuklinggau, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa kehadiran polisi tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga turut meringankan beban masyarakat.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi, memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi sejumlah pejabat terkait.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus dekat dengan masyarakat.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada para pengemudi ojek online yang setiap hari bekerja keras demi keluarga. Polisi harus hadir dan memberi manfaat nyata,” ujar Kapolres.
Langkah ini dinilai sebagai contoh kinerja kepolisian yang patut diteladani.
Tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, Polres Lubuklinggau juga mampu membaca kebutuhan sosial masyarakat dan meresponsnya dengan aksi konkret.
Pendekatan humanis seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Selain penyaluran bantuan, Polres Lubuklinggau juga memberikan edukasi kepada para pengemudi ojol terkait pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Kapolres menekankan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama, mengingat para pengemudi ojol adalah tulang punggung keluarga.
“Kami mengimbau agar seluruh pengemudi selalu tertib berlalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menjaga diri agar terhindar dari kecelakaan,”tambahnya.
BACA JUGA
4 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Jajaran Polda Sumsel Dimutasi, Berikut Daftarnya!
Tak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, Polres Lubuklinggau juga memperkuat hubungan jangka panjang dengan komunitas ojol.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres bersama jajaran, termasuk Kasat Lantas AKP Desi Azhari, didaulat menjadi pembina komunitas ojek online di Kota Lubuklinggau.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Polres dalam membangun sinergi berkelanjutan antara kepolisian dan masyarakat.
Dengan adanya pembinaan langsung, diharapkan komunikasi dan koordinasi dapat berjalan lebih efektif, sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
Sementara itu, Febrio Fadillah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kinerja Polres Lubuklinggau.
Menurutnya, apa yang dilakukan kepolisian bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan bentuk nyata kepedulian yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat positif dan patut dicontoh. Ini bukan hanya bantuan, tetapi bentuk perhatian yang tulus kepada para pengemudi ojol,”ungkapnya.
Aksi sosial ini sekaligus menjadi cerminan transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, dan terpercaya.
Pendekatan yang mengedepankan empati dan kepedulian dinilai mampu memperkuat hubungan emosional antara polisi dan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum, langkah seperti ini menjadi oase yang menyejukkan.
Kehadiran polisi yang tidak berjarak, melainkan menyatu dengan masyarakat, menjadi fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Lebih dari sekadar pembagian sembako, kegiatan ini membawa pesan kuat bahwa negara hadir melalui institusinya untuk memastikan tidak ada masyarakat yang merasa sendiri dalam menghadapi kesulitan.
Para pengemudi ojol pun merasakan langsung dampak dari kepedulian tersebut.
Kinerja Polres Lubuklinggau ini layak menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Pendekatan humanis, respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat, serta komitmen membangun hubungan yang harmonis merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan kepercayaan publik.
Dengan langkah-langkah nyata seperti ini, Polri semakin menunjukkan jati dirinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang sesungguhnya.
Kepedulian yang ditunjukkan bukan hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan rasa aman, dihargai, dan diperhatikan bagi masyarakat.
Momentum Idul Fitri pun menjadi semakin bermakna, karena tidak hanya dirayakan dengan suka cita, tetapi juga diisi dengan semangat berbagi dan kebersamaan.
Inilah wajah kepolisian yang patut dicontoh—hadir dengan hati, bekerja dengan empati, dan mengabdi tanpa henti.*












