Prabowo Tegaskan Pendidikan Tinggi dan Riset Jadi Kunci Kebangkitan Indonesia, Dana Riset Kampus Naik Rp4 Triliun

foto ist, H Prabowo Subianto

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan tinggi dan sains menjadi pilar utama kebangkitan Indonesia dalam Taklimat Presiden RI 2026 yang diikuti lebih dari 1.200 pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan guru besar di Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu.

Dilansir situs resmi Kemendiktisaintek RI, Pemerintah menargetkan perguruan tinggi menjadi motor inovasi nasional melalui peningkatan kualitas SDM dan penguatan riset berbasis kebutuhan masyarakat.

Taklimat bertema Manusia, Pendidikan Tinggi, dan Sains untuk Kebangkitan Indonesia ini menjadi arah baru kebijakan pendidikan nasional yang fokus pada penguatan ekosistem riset, kolaborasi kampus-industri, serta percepatan transformasi pendidikan tinggi agar mampu bersaing di level global.

Presiden Tekankan SDM Unggul dan Hilirisasi Riset

Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup ditopang pertumbuhan ekonomi semata. Indonesia membutuhkan sumber daya manusia unggul yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan menerjemahkan hasil riset menjadi inovasi nyata.

Pemerintah mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga solusi konkret bagi tantangan nasional, mulai dari ketahanan pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, hingga pengembangan kecerdasan buatan.

Kemdiktisaintek: Kampus Harus Jadi Penggerak Perubahan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa arahan Presiden menjadi kompas kebijakan pendidikan tinggi Indonesia ke depan.

“Perguruan tinggi harus mampu mencetak SDM berkualitas, berintegritas, nasionalis, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Menteri Brian.

Sebagai wujud komitmen, pemerintah menambah alokasi dana riset dan inovasi hingga Rp4 triliun untuk seluruh perguruan tinggi. Kebijakan ini diharapkan mempercepat lahirnya inovasi strategis yang dapat mendorong daya saing nasional.

BACA JUGA

Kemdiktisaintek Perkuat Pendidikan Transnasional untuk Mewujudkan Talenta Unggul Indonesia

Sekolah Sumsel Tunggu Kepastian Aturan Ramadan 2026

Riset Nasional Menguat, Indonesia Jadi Overperformer Inovasi

Kemdiktisaintek mencatat anggaran riset nasional tahun 2025/2026 mencapai Rp81,4 triliun atau setara 0,34 persen dari APBN. Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan pembangunan Indonesia semakin berbasis ilmu pengetahuan.

Dalam Global Innovation Index (GII) 2025, Indonesia tercatat sebagai negara dengan performa inovasi yang melampaui rata-rata negara berpendapatan menengah atas, terutama dalam kolaborasi riset kampus dan industri serta luaran inovasi nasional.

Program Dokter Spesialis Dipercepat, 156 Prodi Baru Dibuka

Di sektor kesehatan, pemerintah mempercepat Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis (PPDS) untuk menjawab kebutuhan tenaga medis nasional. Hingga saat ini, sebanyak 156 program studi baru telah dibuka dengan kemitraan sekitar 350 rumah sakit di seluruh Indonesia.

Kebijakan tersebut meningkatkan jumlah mahasiswa baru PPDS tahun 2026 menjadi 8.650 orang dan total mahasiswa sekitar 24.000 orang, sekaligus memperluas akses dokter spesialis di wilayah yang sebelumnya masih minim layanan kesehatan.

Perguruan Tinggi Terlibat Aktif dalam Respons Bencana

Taklimat Presiden 2026 juga menegaskan peran sosial kampus dalam menghadapi bencana. Melalui program pengabdian masyarakat, dosen dan mahasiswa turut mendukung layanan kesehatan, distribusi logistik, pendidikan darurat, hingga pendampingan psikososial di daerah terdampak.

Program “Mahasiswa Berdampak” ditargetkan mengirim hingga 10.000 mahasiswa sebagai bagian dari kontribusi pendidikan tinggi dalam pemulihan sosial-ekonomi masyarakat.

Rektor dan Akademisi Sambut Positif Arahan Presiden

Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, menilai pertemuan tersebut mampu menyatukan visi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan nasional.

Sementara itu, Akhmaloka, mantan Rektor Institut Teknologi Bandung, menegaskan bahwa peningkatan investasi penelitian akan menjadi kunci penguatan sains dan teknologi Indonesia di masa depan.

Taklimat Presiden RI 2026 menandai arah baru pembangunan nasional berbasis pendidikan tinggi dan sains. Dengan dukungan pendanaan riset, transformasi kampus, dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah menargetkan perguruan tinggi menjadi mesin pertumbuhan inovasi menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *