Empat Lawang | Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) menggelar rapat koordinasi strategis guna membahas usulan program dan kegiatan intervensi pencegahan serta percepatan penurunan stunting, Selasa (31/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lantai II Kantor Bappeda Litbang tersebut menjadi tindak lanjut konkret dari Pra Musrenbang Stunting yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat kecamatan.
Dalam forum ini, berbagai pemangku kepentingan duduk bersama untuk menyatukan arah kebijakan dan memastikan program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Litbang, Evi Ferilina Susanti, didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Rita Purwaningsih.
Hadir pula para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dari berbagai wilayah di Kabupaten Empat Lawang.
Dalam sambutannya, Evi menegaskan bahwa forum ini memiliki peran krusial dalam menyelaraskan hasil usulan dari tingkat bawah yang telah dihimpun melalui sistem berbasis web Aksi Bangda.
Menurutnya, digitalisasi perencanaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dan akurasi data.
“Rapat ini menjadi momentum untuk menyepakati tindak lanjut dari usulan yang telah disampaikan oleh kecamatan. Seluruh data telah terinput, dan kini saatnya kita merumuskan langkah nyata melalui program prioritas,” ujarnya.
BACA JUGA
Kinerja BPN Empat Lawang Disorot, Dugaan Praktik “Permainan” dalam Penerbitan Sertifikat Muncul
Ia mengungkapkan, terdapat 12 usulan prioritas yang menjadi fokus pembahasan.
Program-program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari kesehatan, gizi, sanitasi, hingga edukasi keluarga, yang semuanya berkontribusi langsung terhadap penurunan angka stunting.
Lebih jauh, Evi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan stunting yang bersifat multidimensional.
Ia menyebut bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada satu instansi, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat.
“Sinergi adalah kunci. Program yang kita susun harus terintegrasi, berbasis kebutuhan riil, dan memiliki dampak langsung. Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang masa depan generasi kita,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencapai target penurunan stunting, baik yang telah ditetapkan secara nasional maupun di tingkat daerah.
Dengan pendekatan yang lebih terarah dan berbasis data, diharapkan intervensi yang dilakukan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Langkah ini menandai keseriusan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dalam membangun fondasi sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang solid, upaya percepatan penurunan stunting diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam beberapa tahun ke depan.*












