Refleksi Sebuah Perjalanan (Bagian 8) ; Disertasi dan Scopus-Scopusan

Oleh : Prof. Dr. Dudi Iskandar, S.Ag, M.I.Kom

foto ilustrasi

Salah satu ujian terberat menempuh program doktoral adalah mengerjakan disertasi. Dibutuhkan strategi yang tepat untuk merampungkannya. Karena disertasi tidak sekedar mengerjakan tetapi membutuhkan kedalaman teoritis dan paradigmatis. Dengan level tertinggi akademis penyelesaian disertasi tidak  bisa dilakukan asal-asalan atau membayar ghost writer. Sebab substansi disertasi mencerminkan isi otak dan pikiran pembuatnya.

Begitu juga dengan saya ketika meyelesaikan tugas akhir program doktoral ini. Proposal disertasi sudah saya selesaikan sebelum secara formal diterima di S3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Proposal disertasi saya kerjakan jauh sebelum memasuki tahun pertama kuliah pada 2015. Ketika memutuskan menjadi dosen saya sudah mencicil gagasan apa yang ingin dituangkan dalam disertasi.

Ketika kuliah S2, 2010-2012, saya sudah mengungkapkan tema penelitian S3 ke salah satu dosen magister. Kalau Tuhan mengizinkan saya S3, maka tema ini akan menjadi fokus penelitian. Pertanyaan mendasar disertasi saya itu adalah ada apa dengan jurnalisme kontemporer Indonesia?

Oleh sebab itu semenjak kuliah S3, saya sudah membaca buku dengan jurnalisme kontemporer. Mencicil pengerjaan substansi disertasi. Setiap malam ba’da isya dan setelah membacakan cerita untuk Kakak dan Ade saya sudah mencicil bacaan. Sebelum anak-anak tidur, saya sudah menyelesaikan tema bacaan.

Istri saya membacakan cerita untuk kedua anak kami yang masih sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Al Husna, Cileduk. Ketika mereka tidur saya fokus membaca satu dua buah buku referensi substansi disertasi. Sebagian buku saya berasal dari unduhan ebook dari gen.lib.rus.ec. Situs itu menyediakan jutaan ebook secara gratis, termasuk komunikasi dan jurnalisme. Dengan begitu saya leluasa mencari sumber yang sesuai dengan tema penelitian disertasi.

Setelah dibaca sebagian dan isinya, saya mengunduhnya pada pagi dan siang hari. Kemudian dibawa untuk dicetak di sekitar kampus. Saya termasuk generasi “kolonial” yang membaca itu harus hardcopy. Kepala ini suka pusing jika membaca softcopy atau ebook. Makanya sampai sekarang buku dan jurnal yang dipakai sebagai referensi harus dicetak hardcopy.

Seraya kuliah dan menyelesaikan disertasi, sayup-sayup terdengar istilah Scopus. Makhluk apakah itu ? Kenapa mesti Scopus? Adakah alternatif dari Scopus dan sejuta pertanyaan lain.

Refleksi Sebuah Perjalanan (Bagian 7) ; Terpikat Komisi-Komisian…

Refleksi Sebuah Perjalanan (Bagian 6) ; Cinta dalam Sepotong Roti Bakar dan Sebotol Teh Manis

Setelah mendalam apa itu Scopus saya menulis artikel  di Koran Republika yang mengkritik Scopus dengan judul Penjajahan Intelektual (Opini, 19 September 2016). Tetapi di sisi lain, ada ketentuan dari kampus jika ingin meraih cum laude, mahasiswa harus menulis di jurnal terindeks Scopus. Sebuah dilema. Kata pepatah Sunda “Dipoyok Dilebok” He..he…

Karena awam dengan belantara Scopus, saya dua kali dibohongi “agen Scopus.” Mereka berjanji akan menerbitkan tulisan saya yang bertema disertasi di jurnal terindeks Scopus. Saya secara sukarela menulis dan membayarnya, tetapi ternyata jurnal predator. Meski akhirnya ada satu tulisan saya sebelum lulus yang terbit di jurnal terindeks Scopus.

Selama kuliah program doktoral, saya membiasakan diri tidur cepat, bangun cepat. Maksimal pukul 21.00 wib saya sudah istirahat. Maksimal pukul 03.00 wib dinihari sudah bangun. Kebiasaan itu ternyata terbawa sampai sekarang jauh setelah menyelesaikan kuliah S3.

Faktor lain yang memudahkan saya mengerjakan disertasi adalah promotor Pak Antar Venus pindah mengajarnya ke Jakarta, tepatnya ke Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang berada di Pondok Labu.

Relatif dekat dengan tempat tinggal saya di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Makanya saya sangat intens konsultasi ke Pak Anter Venus. Dua co promotor saya, Pak Aceng Abdullah dan Bu Titin Herlina ada di kampus Unpad Jatinangor. Judul disertasi saya adalah Representasi Ideologi Kekuasaan dalam Konvergensi Media (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough dalam Pemberitaan Kampanye Pemilihan Presiden 2014 di Kompas Grup, Media Grup, dan MNC Grup).

Disertasi saya menjadi the best paper pada konferensi Kuala Lumpur Internasional Communication, Education, Language and Social Science Confrence (KLiCELS 6), 18-19 Maret 2017.

Papernya berjudul Ideological Representation of Power in Media Convergence (Critical Discourse Analysis of Norman Fairclough in News Campaign 2014 Presidential Election in Kompas Group, Media Group, and MNC Group) yang ditulis bersama Pak Antar Venus, Bu Herlina Agustin, dan Pak Aceng Abdullah, JESOC (Journal of Education and Social Science), Malaysia, Volume 7.

Kedua, Political Journalism in Media Convergence Era bersama Pak Antar Venus, Bu Herlina Agustin, dan Pak Aceng Abdullah International Journal of Development Research, India, Volume 7, 08 Agustus 2017.

Ketiga, Struggle of Discourse in Indonesia Presidential Election Campaign bersama Pak Antar Venus, Bu Herlina Agustin, dan Pak Aceng Abdullah International Journal of Advanced Research in Dynamical and Control System, Vol. 9 Sp-16/2017 (terindeks scopus).

Keempat, The Human Rights Discourse in Indonesia Political Contestation bersama bersama Pak Antar Venus, Bu Herlina Agustin, dan Pak Aceng Abdullah di The Journal of Social Sciences, Edisi Spesial Issue 2/2018/2 (terindeks scopus).

Kelima dijadikan buku dengan judul Konvergensi Media; Perbauran Ideologi, Politik, dan Etika Jurnalisme.

Saya melaksanakan sidang tertutup disertasi pada 15 November 2017. Sedangkan ujian terbuka/sidang terbuka (sidang promosi), 15 Desember 2017. Wisuda di kampus Dipati Ukur, Bandung, 9 Februari 2018.

Alhamdulillah bisa menggapai yudisium cum laude (dengan pujian). Wallahu’alam bilmurodihi.Tabik!


Penulis adalah seorang jurnalis yang kini bertugas sebagai guru besar di bidang ilmu Komunikasi (Massa) Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif Universitas Budi Luhur Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *