NINGBO (TIONGKOK) – Laga quarter final (perempat final) Badminton Championship Asia (BAC) hari ini Jum’at (10/4/2026) bukan keberuntungan bagi Jonathan Christie alias Jojo.
Sang kapten senior tunggal putra Indonesia Jonathan Christie ini harus mengakui keunggulan anak didikan mantan pelatihnya (coach) Irwansyah.
Rival Jonathan di ajang laga quarter final (qf) ini pemain non unggulan berkebangsaan India Ayush Shetty merupakan didikan coach Irwansyah.
Coach Irwansyah untuk diketahui publik badminton lovers tanah air bahwasannya merupakan alumni atau mantan pelatihnya tunggal putra Indonesia baik Jonathan Christie dan juga Anthony Sinisuka Ginting.
Prestasi sungguh luar biasa sepanjang sejarah oleh coach Irwansyah mantan pelatih tunggal putra Indonesia ini, mampu membawa nama harum bangsa Indonesia saat di kejuaraan All England (kejuaraan bergengsi badminton Internasional super 1000 diadakan setiap tahunnya di Negeri Benua Eropa Inggris) tepatnya tahun 2024.
Coach Irwansyah mampu mewujudkan ‘All Indonesian Final’ ketika di laga pamungkas final All England 2024.
Saat itu Jonathan Christie alias Jojo berjumpa sesama atlit badminton Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (emas dan perak milik Indonesia sektor tunggal putra).
BACA JUGA
Lima Wakil Indonesia Siap Tempur di Perempat Final BAC 2026
Jonathan Sukses Kunci Tiket QF BAC, Siap Tempur Laga Berikutnya
Namun, sangat disayangkan sang pelatih (coach) Irwansyah ini telah beralih terbang ke Negeri India membina dan melatih anak-anak didiknya sektor tunggal putra badminton Negeri India.
“Padahal saya sempat leading matchpoin (skor 20) lebih awal saat di set pertama ketika kedudukan 20-19,”kata Jojo.
“Namun sangat disayangkan Tuhan Yesus belum memberikan keberuntungan pada saya,”ungkap Jojo sapaan akrabnya dilansir dari berbagai referensi badminton lovers tanah air oleh media online nasional interaksimassa.com sore ini, Jum’at (10/4/2026).
Akhirnya set pertama lepas dan tertikung menjadi 23-21 untuk keunggulan lawan Ayush Shetty India.
Analisa penulis juga tidak jauh beda dengan diamati oleh semua pemain pecinta badminton lovers tanah air Indonesia.
“Jika seandainya tadi Jonathan mampu meraih poin di set pertama, maka tidak menutup kemungkinan akan berlanjut ke laga set penentu (set ke-3),”kata Aditya.
Tapi, apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur.
Keberuntungan belum berpihak pada tunggal putra Indonesia kita Jonathan Christie.
Patut di akui juga, semenjak coach Irwansyah (mantan pelatihnya Jonathan dan juga Anthony Sinisuka Ginting tunggal putra Indonesia) hijrah ke Negeri India, sudah mulai menelurkan bakat-bakat muda bagi atlit badminton Negeri India.
“Sekarang telah bisa dilihat oleh publik, perkembangan dan kemajuan atlit-atlit badminton Negeri India semenjak ditangan coach Irwansyah ini,” demikian analisa penulis dengan spekulasi positifnya.*













Tetap Semangat Jonathan Christie 🇮🇩💪💪💪💪💪🤲😎