Jakarta| Mencari smartphone mumpuni dengan budget terbatas bukan lagi perkara mustahil di Indonesia.
Justru, persaingan di kelas entry-level semakin sengit dalam beberapa tahun terakhir.
Fenomena “perang spesifikasi” membuat berbagai merek berlomba-lomba menghadirkan fitur yang dulu hanya tersedia di kelas menengah, kini bisa dinikmati dengan harga di bawah Rp2 juta.
Pertanyaannya, apakah HP murah benar-benar layak diandalkan untuk kebutuhan harian, atau hanya sekadar unggul di atas kertas?
Sebagai pengamat gadget, saya melihat standar smartphone murah 2026 sudah jauh meningkat.
Jika beberapa tahun lalu pengguna harus berkompromi dengan layar buram, performa lambat, dan kamera seadanya, kini gambaran itu mulai berubah.
Smartphone entry-level saat ini sudah cukup stabil untuk multitasking ringan, streaming, hingga gaming kasual seperti Mobile Legends atau Free Fire.
Layar Makin Mulus, Pengalaman Lebih Nyaman
Salah satu peningkatan paling terasa ada pada sektor layar.
Banyak smartphone harga 1 jutaan kini sudah mengusung refresh rate 90Hz bahkan 120Hz.
Fitur ini membuat pengalaman scrolling media sosial, membaca berita, atau berpindah aplikasi terasa jauh lebih mulus dibanding panel 60Hz konvensional.
Resolusi HD+ memang masih dominan di kelas ini, tetapi dengan pengolahan warna yang semakin baik, kualitas visualnya tetap nyaman di mata.
Bagi pengguna yang aktif di Instagram, TikTok, atau YouTube, layar dengan refresh rate tinggi memberikan sensasi penggunaan yang lebih modern.
Performa: Cukup untuk Harian, Jangan Berharap Terlalu Tinggi
Di sektor dapur pacu, chipset seperti MediaTek Helio G series dan Unisoc seri T menjadi tulang punggung banyak perangkat murah.
Keduanya menawarkan keseimbangan antara efisiensi daya dan performa yang cukup stabil.
RAM 4GB hingga 8GB kini menjadi standar baru, bahkan didukung fitur RAM expansion atau virtual RAM.
Fitur ini memang tidak sepenuhnya menggantikan RAM fisik, tetapi cukup membantu menjaga performa tetap lancar saat membuka banyak aplikasi.
Untuk aktivitas seperti chatting, browsing, streaming, hingga editing foto ringan, smartphone di bawah 2 juta sudah mampu menjalankan tugas dengan baik.
Namun, untuk gaming berat dengan grafis tinggi atau multitasking ekstrem, tentu ada batasan yang harus disadari.
Jenis Handphone Terbaru Tahun 2026, dari Flagship hingga Ponsel Inovatif
iPhone 18 Pro Disebut Uji Warna Merah Tua, Strategi Baru Di Segmen Premium
Baterai 5000mAh Jadi Standar Wajib
Jika ada satu sektor yang hampir tidak lagi menjadi kekhawatiran, itu adalah daya tahan baterai.
Rata-rata smartphone murah kini dibekali baterai 5000mAh.
Kapasitas ini cukup untuk penggunaan seharian penuh, bahkan hingga satu setengah hari untuk pemakaian ringan.
Menariknya, fitur fast charging yang dulu identik dengan HP flagship mulai turun ke kelas budget.
Meski belum secepat kelas premium, kemampuan pengisian daya 18W atau 33W sudah cukup membantu memangkas waktu tunggu.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi—mahasiswa, pekerja lapangan, atau driver ojek online—daya tahan baterai menjadi faktor krusial.
Di sinilah smartphone entry-level menunjukkan keunggulannya.
Kamera 50MP: Tajam di Cahaya Cukup
Label “kamera 50MP” kini sering muncul di brosur HP murah. Secara teknis, resolusi tinggi memang bukan segalanya.
Namun, dengan dukungan AI dan pemrosesan gambar yang semakin matang, hasil fotonya cukup layak untuk media sosial.
Dalam kondisi cahaya cukup, foto terlihat tajam dan warna relatif natural.
Untuk kebutuhan upload Instagram, WhatsApp Story, atau TikTok, kualitasnya sudah memadai. Tantangan biasanya muncul di kondisi low-light, di mana detail dan dynamic range masih terbatas.
Namun untuk harga 1 jutaan, kompromi ini tergolong wajar.
Harga dan Strategi Belanja Cerdas
Rentang harga smartphone di bawah Rp2 juta biasanya berada di angka Rp1,2 juta hingga Rp1,9 juta, tergantung varian RAM dan memori internal.
Untuk mendapatkan penawaran terbaik, melakukan perbandingan harga di e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, atau Blibli sangat disarankan.
Promo tanggal kembar, flash sale, atau voucher cashback sering membuat harga lebih kompetitif dibanding toko offline.
Pastikan membeli di official store atau toko HP terpercaya agar mendapatkan garansi resmi.
Bagi yang ingin mencicil, beberapa platform juga menawarkan opsi cicilan 0 persen melalui layanan kredit digital.
Namun, tetap bijak mengatur keuangan agar tidak terjebak utang konsumtif.
Keunggulan: Value Tinggi, Fitur Lengkap
Kelebihan utama smartphone di kelas ini adalah price-to-performance ratio yang tinggi.
Pengguna mendapatkan konektivitas 4G stabil, slot microSD untuk ekspansi memori, serta jack audio 3.5mm yang justru mulai hilang di HP mahal.
Desainnya pun semakin modern, Material polikarbonat kini dipoles dengan finishing glossy atau matte yang menyerupai kaca premium.
Secara tampilan, sulit membedakan mana HP 1 jutaan dan mana yang lebih mahal jika hanya dilihat sekilas.
Kekurangan: Batasan Tetap Ada
Meski terlihat impresif, tetap ada kompromi, Kualitas build belum sekuat kelas menengah, performa kamera malam hari terbatas, dan pembaruan sistem operasi biasanya tidak sepanjang HP premium.
Selain itu, performa jangka panjang bisa menurun jika memori internal cepat penuh atau sistem jarang dibersihkan dari cache.
Layak Dibeli atau Tidak?
Jawabannya kembali pada kebutuhan. Jika Anda mencari smartphone murah untuk komunikasi, media sosial, streaming, dan gaming ringan, perangkat di bawah Rp2 juta sudah lebih dari cukup.
Namun, jika kebutuhan Anda mencakup fotografi profesional, gaming berat, atau produktivitas intensif, mungkin perlu mempertimbangkan kelas harga lebih tinggi.
Yang jelas, smartphone murah 2026 bukan lagi sekadar “asal bisa nyala”.
Dengan spesifikasi yang semakin matang, baterai besar, layar mulus, dan kamera memadai, kelas entry-level kini benar-benar menjadi solusi realistis bagi masyarakat dengan budget terbatas.
**












