SAHABAT Pembaca Interaksi Massa yang berbahagia.
Bulan suci Ramadhan adalah momentum istimewa yang Allah SWT anugerahkan kepada umat Islam sebagai sarana peningkatan iman, penyucian jiwa, dan perbaikan kualitas hidup.
Sebagaimana Allah SWT menyampaikan dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 183.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa. Sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa”.
Bagi umat Islam diwajibkan untuk berpuasa.
Maka agar Ramadhan 1447 H mendatang tidak berlalu begitu saja, diperlukan strategi persiapan yang matang, baik secara spiritual, mental, sosial, maupun fisik.
1. Persiapan Spiritual dan Keimanan
Strategi utama dalam menyambut Ramadhan adalah membersihkan hati dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan:
– Memperbanyak taubat dan istighfar, meninggalkan dosa lahir maupun batin.
– Meluruskan niat, menjadikan Ramadhan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar rutinitas tahunan.
– Meningkatkan ibadah sunnah, seperti shalat sunnah, puasa sunnah, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.
– Mempelajari kembali fikih puasa, agar ibadah dijalankan sesuai tuntunan syariat.
Dengan persiapan iman yang baik, Ramadhan akan dijalani dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
2. Persiapan Mental dan Akhlak
Ramadhan adalah bulan pendidikan akhlak dan pengendalian diri.
Strategi mental yang perlu dibangun:
– Melatih kesabaran dan pengendalian emosi, terutama dari marah, ghibah, dan ucapan sia-sia.
– Menumbuhkan sikap ikhlas dan tawadhu’, menghindari riya’ dan ujub dalam beribadah.
– Memperbaiki hubungan sosial, dengan saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menghindari konflik.
– Mental yang siap akan membantu menjaga kualitas puasa, bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga hawa nafsu.
3. Persiapan Ilmu dan Perencanaan Ibadah
Strategi perencanaan ibadah:
– Menyusun target ibadah Ramadhan, seperti khatam Al-Qur’an, rutin shalat malam, dan sedekah harian.
– Menentukan jadwal pribadi, antara ibadah, pekerjaan, keluarga, dan istirahat.
– Mengikuti kajian atau majelis ilmu Ramadhan, baik offline maupun online.
KEISTIMEWAAN BULAN SYA’BAN YANG TERABAIKAN
4. Persiapan Fisik dan Kesehatan
Ibadah Ramadhan memerlukan tubuh yang sehat dan kuat.
Strategi menjaga fisik:
– Menjaga pola makan seimbang menjelang Ramadhan.
– Mengatur waktu tidur agar tetap bugar.
– Mengurangi kebiasaan buruk seperti begadang berlebihan dan konsumsi makanan tidak sehat.
– Melakukan olahraga ringan secara rutin.
Fisik yang sehat akan mendukung kekhusyukan dan kontinuitas ibadah selama Ramadhan.
5. Persiapan Sosial dan Kepedulian
Ramadhan juga bulan solidaritas dan kepedulian sosial.
Strategi sosial yang perlu dilakukan:
– Membiasakan sedekah sejak awal Ramadhan, bahkan sebelum masuk bulan puasa.
– Menyiapkan diri untuk berbagi makanan berbuka, infak, dan zakat.
– Meningkatkan kepedulian terhadap fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan.
– Dengan kepedulian sosial, Ramadhan menjadi bulan yang penuh keberkahan dan manfaat bagi sesama.
6. Menjaga Konsistensi hingga Akhir Ramadhan
Salah satu tantangan Ramadhan adalah menurunnya semangat di pertengahan hingga akhir bulan.
Strateginya:
– Mengingat kembali tujuan awal dan niat ibadah.
– Menjaga rutinitas ibadah meski secara bertahap.
– Memaksimalkan sepuluh malam terakhir dengan i’tikaf, qiyamul lail, dan doa.
Ramadhan yang ideal adalah yang ditutup dengan peningkatan kualitas iman dan amal.
7. Kesimpulan
Menyambut Ramadhan bukan hanya soal persiapan teknis, tetapi persiapan menyeluruh yang mencakup iman, akhlak, ilmu, fisik, dan sosial. Dengan strategi yang matang, Ramadhan akan menjadi bulan transformasi diri, bukan sekadar bulan ritual tahunan.
Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan iman yang kuat, niat yang lurus, dan amal yang diterima. Aamiin ya robbal alamiin.
Demikian sahabat pembaca Interaksi Massa yang berbahagia. Apakah ada strategi lain dari pembaca, netizen Interaksi Massa sekalian. Silahkan disampaikan**












Sangat bermanfaat apalagi mau menyambut bulan suci ramadhan
Terima kasih atas interaksi nya
Aamiin ya robbal alamiin
Mantaap
Semoga lancar selalu rezeki, badan sehat, panjang umur, aamiin