NINGBO (TIONGKOK) – Berkat tangan dingin sang coach (pelatih) Irwansyah berkebangsaan Indonesia akhirnya berhasil ciptakan sejarah mahal di ajang kompetisi Badminton Championship Asia (BAC) 2026 ini.
Tunggal putra muda India masih berusia 20 tahun ini di laga semifinal hari ini Sabtu (11/4/2026) secara mengejutkan menumbangkan tunggal putra Thailand Kunlavut Vitidsar ranking 2 (dua) dunia.
Kesuksesan ini tiada lain berkat kerja keras didikan sang pelatih Indonesia Irwansyah.
Coach Irwansyah membawa kejayaan bangkitnya sektor tunggal putra India ini mengukir sejarah panjang.
Dari catatan sejarah ajang kompetisi Kejuaraan Asia Badminton ini, terakhir kali dan pertama kali tunggal putra India ini lolos ke laga puncak final itu terjadi di tahun 1965 melalui tunggal putra India bernama Dhenuss Khanna.
Dari tahun 1965 hingga sekarang 2026, baru ditangan didikan sang pelatih Irwansyah Indonesia inilah tunggal putra India kembali berjaya dan publik sangat dikejutkan dengan hadirnya anak muda Ayush Shetty di laga quarter final (perempat final) kemarin Jum’at (10/4/2026) mampu menundukkan unggulan ke-4 atau rangking 4 dunia Jonathan Christie alias Jojo sang kapten senior tunggal putra Indonesia.
Untuk di laga semifinal hari ini, semakin lebih mengejutkan kembali karena lawan dihadapi Ayush Shetty tunggal putra India ini merupakan unggulan ke-2 atau pemilik rangking 2 dunia asal Thailand Kunlavut Vitidsar.
Menghadapi unggulan ke-2 asal Thailand ini, Coach Irwansyah banyak mengintruksikan anak didiknya Ayush Shetty untuk lebih banyak melakukan serangan smash-smash tajam dan sergapan didepan net serta drop shot menyilang susah dijangkau oleh Kunlavut Vitidsar Thailand.
BACA JUGA
Tersisa Dua Wakil Indonesia, Ini Jadwal Semifinal BAC 2026
Sempat Leading Matchpoin, Jonathan Akui Keunggulan Didikan Mantan Pelatih
Bagaimana tidak, hal ini terbukti berkat tangan dinginnya Coach Irwansyah membuat publik badminton Internasional dan badminton lovers tanah air Indonesia tercengang alias terkejut seakan tidak menyangka bahwa langkah tunggal putra muda India Ayush Shetty dibawah bimbingan dan didikan Coach Irwansyah mampu melangkah lebih jauh hingga tembus laga pamungkas (final).
“Sungguh kejutan super betul ini bang. Kami pecinta badminton lovers tanah air juga sangat tercengang ketika menyaksikan di siaran televisi badminton Internasional dan juga streaming YouTube melihat penampilan mental petarung dan mental bajanya anak didikan Coach Irwansyah tengah berjuang melatih anak-anak muda berbakat di Negeri India ini bang,” ujar Jekcson anak muda pecinta badminton lovers tanah air dari Bumi Rafflesia (Provinsi Bengkulu) pada media online nasional interaksimassa.com siang jelang sore ini, Sabtu (11/4/2026).
Lebih lanjut dikatakan Jekcson, sangat disayangkan sang kapten senior tunggal putra Indonesia Jonathan Christie alias Jojo tidak bisa mengalahkan Ayush Shetty tunggal putra India ini.
Coba seandainya Jonathan Christie tunggal putra Indonesia kita kemarin menang atas Ayush Shetty tunggal putra muda India bisa berjumpa ke laga semifinal dan peluang ke final semakin terbuka lebar.
Tapi iya itulah namanya kompetisi atau pertandingan ada kalah dan ada menangnya.
Apapun hasilnya tetap terbaik untuk Negeri dan bangsa Indonesia tercinta kita.
“Selamat dan sukses untuk Coach Irwansyah telah mendedikasikan hidupnya dan dirinya untuk kemajuan atlit-atlit badminton Negeri India,” demikian disampaikan Jekcson anak muda pecinta badminton lovers tanah air dengan penuh semangat merah putihnya ini.*












