Palembang, InteraksiMassa.COM – Kehebohan terjadi di Stasiun LRT RSUD Siti Fatimah, Jalan Kol H Burlian, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, sore tadi sekitar pukul 17.00 WIB.
Sebuah tas hitam yang tergeletak di bawah tangga samping stasiun mengundang kecurigaan petugas dan masyarakat.
Petugas keamanan stasiun yang melihat tas mencurigakan tersebut segera melapor kepada pihak kepolisian.
Tak lama kemudian, tim Jibom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan tiba di lokasi dengan perlengkapan khusus seperti body armor, x-ray, dan alat pendeteksi bom.
BACA JUGA: Heboh!! Temuan Tas Diduga Berisi Bom di Palembang
Pemeriksaan tas hitam tersebut berlangsung selama 30 menit. Selama itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi macet karena petugas melakukan pengamanan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, tas hitam tersebut ternyata tidak berisi bom seperti yang dikhawatirkan. Isinya hanyalah pakaian anak-anak dan popok bayi.
“Benar, setelah dilakukan beberapa tahapan oleh personel Jibom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumsel hingga dilakukan peledakan tas di tempat, dan didapatkan tas berisikan pakaian dan popok bayi saja tanpa adanya bahan berbahaya seperti bom,” ungkap Kapolsek Sukarami Palembang Kompol M Ikang Ade Putra.
Ikang menjelaskan bahwa tas tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang pegawai stasiun sekitar pukul 10.24 WIB.
BACA JUGA: Sumur Minyak Ilegal Makan Korban, Pemilik Ditangkap!
Karena tas tersebut terlihat mencurigakan dan tidak ada pemiliknya, pihak stasiun kemudian melapor kepada polisi.
Lambatnya penanganan tas mencurigakan ini dikarenakan tim Jibom Deganas Sat Brimob Polda Sumsel sedang bertugas di Lubuklinggau untuk mengamankan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo.
“Akan tetapi, semuanya terkendali dengan hasil tas tersebut tidak berisikan bom, hanya pakaian dan popok bayi saja,” kata Ikang.
Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki siapa pemilik tas tersebut dan mengapa tas tersebut ditinggalkan di area Stasiun LRT RSUD Siti Fatimah.
BACA JUGA: Kabid SMA Ditahan, Ini Reaksi Kadisdik Sumsel
“Kami juga akan mencari tahu pemilik tas tersebut dan kenapa ditinggalkannya tas tersebut di area Stasiun LRT RSUD Siti Fatimah,” kata Ikang.
Kepala Stasiun LRT RSUD Siti Fatimah, Sepriadi, mengatakan bahwa lokasi tas tersebut tidak terekam CCTV stasiun.
“Alhamdulillah tas tersebut bukan berisikan bom, melainkan berisikan pakaian saja, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,” ucap Sepriadi. (*/red)












Respon (2)