Kompetisi sengit dan tajam level Internasional super 300 Thailand Master tahun 2026 baru usai digelar di Negeri Gajah Putih (Thailand) memiliki catatan sejarah penting bagi kebangkitan prestasi badminton Indonesia.
Di edisi kompetisi badminton Internasional sebelumnya memasuki awal tahun 2026 ini, Indonesia hanya mampu mengantongi tiket tembus ke laga final saat di kejuaraan badminton Internasional super 750 India Open.
Dikala itu, hanya satu-satunya wakil terbaik Indonesia dari sektor tunggal putra Jonathan Christie biasa disapa akrab Jojo mampu tembus laga semifinal pamungkas (final), namun belum bisa meraih gelar juara dikarenakan kalah dari wakil terbaik tunggal putra Chinese Taipei (Taiwan) Lie Chin Yu secara straight game (dua set) 20-22 dan 10-21.
Di edisi baru usai digelar di Negeri Gajah Putih (Thailand) level super 300 Thailand Master, Indonesia mencatatkan rekor sejarahnya yakni dari 5 (lima) partai dipertandingkan di laga pamungkas (final), atlit badminton terbaik Indonesia sukses memborong ke-4 sektor gelar juara.
Ke-4 sektor gelar juara berhasil dipersembahkan oleh atlit badminton terbaik tanah air ini meliputi, sektor tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah biasa disapa akrab Ubed sukses mempermalukan tuan rumah (Thailand) di kandangnya sendiri dengan skor yang sangat alot dan perjuangan keras harus dipaksa bermain durasi ±1 ½ jam secara rubber game (tiga set).
Set pertama berhasil diraih Ubaidillah alias Ubed 21-19, lalu set ke-2 Ubed tertinggal skor ketat 20-22 dan di set penentu (set ke-3), Ubed sukses menundukkan wakil terbaik tuan rumah (Thailand) skor 21-19 untuk kemenangan Ubed.
Kemudian, sektor ganda putra juga sukses meraih gelar juaranya di ajang kompetisi badminton Internasional super 300 Thailand Master 2026, melalui ganda putra Bagas Maulana/Leo Carnando sukses menumbangkan wakil terbaik sesama anak bangsa Indonesia Raymond Indra/Joaquin (All Indonesian Final).
Optimalisasi Peran dan Fungsi RISMA Menggerakkan Syi’ar Dakwah Remaja
Lalu, sektor ganda putri Indonesia juga sukses mempersembahkan gelar juaranya melalui pasangan muda ganda putri baru saja dipasangkan Amalia Cahaya Pratiwi berpartner dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Di laga pamungkas (final) Thailand Master ini, ganda putri Indonesia ini sukses menundukkan wakil terbaik ganda putri China secara rubber game (tiga set) yang berlangsung alot dan ketat.
Gelar juara berhasil dipersembahkan Fadia/Tiwi sapaan akrabnya ini, menunuu eksistensi Siti Fadia Silva Ramadhanti biasa disapa akrab Fadia walau berpartner dengan putri anak bangsa Indonesia lainnya tetap mampu berhasil mempertahankan gelar juaranya.
Lanjut, gelar ke-empat yakni dari sektor ganda campuran (atlit badminton laki-laki berpartner dengan perempuan).
Sektor ganda campuran kali ini di ajang kompetisi badminton Internasional super 300 Thailand Master, Indonesia juga sukses mencapai dan mewujudkan ‘All Indonesian Final (sesama anak bangsa Indonesia berjumpa di laga pamungkas final)’.
Melalui pasangan muda Adnan Maulana berpartner Indah Cahaya yang di laga pamungkas final berjumpa sesama anak bangsa Indonesia Boby yang berpartner Melati Daeva, laga ini berhasil dimenangkan oleh Adnan/Indah.
Dari hasil torehan prestasi yang sangat super luar biasa ini dengan sukses mengantongi ‘empat (4) gelar juara’ di ajang Thailand Master 2026 ini menunjukkan eksistensi bahwa bangsa Indonesia tetap menjadi ancaman super patut disegani dan ditakuti oleh semua belahan Negara-Negara yang terdapat di muka bumi ini.
Tinggal lagi saran emas penulis, tingkatkan kedisiplinan dan kualitas variasi permainan badminton ini kedepannya jika anak-anak bangsa Indonesia regenerasi sang legendaris Taufik Hidayat (TH) masih banyak yang harus diperbaiki kembali baik secara jam terbang pengalaman, kedisiplinan, keuletan dan kegigihan serta keberanian dalam bertanding atau berkompetisi di ajang level super lainnya seperti super 500, super 750 hingga super lebih tinggi (selevel 1000) seperti kejuaraan Olympiade Dunia, All England, Thomas Cup beregu, Uber Cup beregu, kejuaraan Piala Sudirman beregu, Asian Games (pesta olahraga level se-Asia) dan masih banyak lagi agenda-agenda kompetisi badminton Internasional ini.
Harapan penulis dan semua anak bangsa Indonesia, jadikan prestasi di ajang Thailand Master sebagai cambuk api semangat untuk melangkah ke level-level super berikutnya.
Jangan hanya puas dengan capaian ini saja, melainkan harus mutlak ditingkatkan dan dipertahankan prestasi yang telah berhasil diraih ini.
Semoga atlit-atlit badminton Indonesia tercinta kita semakin hari semakin disiplin tinggi dan berprestasi di level super berikutnya ini, Aamiin.
Penulis ialah Pecinta Badminton Tanah Air Indonesia dan Anggota Gerakan Pemuda Ansor Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu









