Sekayu | Upaya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus menunjukkan progres. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pengembangan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) oleh Perumda Tirta Randik.
Langkah ini diperkuat melalui kegiatan studi komparatif yang dilakukan jajaran terkait guna menggali informasi dan praktik terbaik dalam pengelolaan industri air minum kemasan. Dalam pertemuan tersebut, rombongan memperoleh berbagai masukan penting, mulai dari sistem produksi, standar higienitas, hingga strategi bisnis agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Direktur Umum Perumda Tirta Randik, Azmy Julian, menyampaikan bahwa hasil kunjungan tersebut akan menjadi referensi penting dalam merancang pengembangan usaha AMDK di Kabupaten Musi Banyuasin.
“Kami banyak mendapatkan masukan terkait tata kelola air minum kemasan yang akan menjadi bahan penting dalam rencana produksi AMDK oleh Tirta Randik,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan AMDK tidak hanya sebatas menghadirkan produk air minum kemasan, tetapi juga menyangkut kesiapan infrastruktur produksi, kualitas air baku, standar sanitasi, serta manajemen distribusi yang efektif. Semua aspek tersebut harus dirancang secara matang agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.
Selain itu, faktor kepercayaan konsumen juga menjadi perhatian utama. Produk AMDK harus memenuhi standar kesehatan dan kualitas yang ditetapkan, sehingga dapat diterima oleh masyarakat secara luas. Oleh karena itu, penerapan standar higienitas menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan usaha ini.
Di sisi lain, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Muba, Adi Manapo, mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan oleh Perumda Tirta Randik. Ia menilai pengembangan usaha AMDK memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Hasil studi komparatif ini akan kami laporkan kepada Bupati Muba sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan,” ungkapnya.
Adi Manapo menambahkan bahwa sektor air minum kemasan merupakan salah satu industri yang memiliki prospek cerah, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap air minum yang praktis, higienis, dan aman dikonsumsi.
Dengan potensi pasar yang besar, kehadiran produk AMDK dari BUMD diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dapat bersaing dengan produk dari perusahaan swasta yang selama ini mendominasi pasar.
Pengembangan usaha AMDK ini juga merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam memperkuat peran BUMD sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Melalui inovasi dan diversifikasi usaha, BUMD diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Jika program ini terealisasi, dampak yang dihasilkan tidak hanya terbatas pada peningkatan PAD. Lebih dari itu, pengembangan AMDK juga berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, mulai dari sektor produksi, distribusi, hingga pemasaran.
Selain itu, keberadaan AMDK lokal juga dapat memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat dalam mendapatkan air minum berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan layak konsumsi.
Namun demikian, sejumlah tantangan juga perlu diantisipasi. Persaingan di industri AMDK yang cukup ketat menuntut inovasi berkelanjutan, efisiensi biaya produksi, serta strategi pemasaran yang tepat. BUMD harus mampu membangun brand yang kuat agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh pasar.
Selain itu, kesiapan teknologi dan sumber daya manusia juga menjadi faktor penentu keberhasilan program ini. Pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga kerja menjadi hal penting agar operasional produksi dapat berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sendiri berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan usaha ini, baik melalui kebijakan, pendampingan, maupun fasilitasi yang diperlukan. Sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan stakeholder terkait menjadi kunci utama dalam mewujudkan program tersebut.
Dengan berbagai persiapan yang tengah dilakukan, pengembangan AMDK oleh Perumda Tirta Randik diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah. Tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga memperkuat daya saing daerah di sektor industri air minum.
Ke depan, keberhasilan program ini akan menjadi indikator penting dalam mengukur efektivitas peran BUMD sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan. **












