CHINA – Ni Kadek Dinda Pratiwi merupakan satu-satunya wakil merah putih tersisa di sektor tunggal putri Indonesia.
Tunggal putri Indonesia berdarahkan Bali ini sukses melaju ke semifinal ajang kompetisi badminton Internasional China Master 2026.
Setelah berhasil menumbangkan tunggal putri Chinese Taipei (Taiwan) merupakan unggulan pertama (1) di ajang China Master ini.
Dhinda sapaan akrab putri berdarahkan Bali ini mengatakan dilansir dari berbagai referensi badminton lovers tanah air.
Suatu hal yang sangat diluar ekspektasi dirinya bahwa dirinya bisa melaju hingga ke laga semifinal ini.
Awal dirinya tidak menyangka bisa tembus laga quarter final (qf) karena lawan-lawan dihadapi Dhinda Putri Bali ini sejak awal babak kualifikasi, lolos ke babak penyisihan R32, babak penyisihan R16 dan babak quarter final (qf) ini.
“Dari awal tekad saya bermain nothing lose saja (bermain enjoy dan tanpa beban),”katanya
Lalu intruksi dan arahan dari pelatih juga saya terapkan dilapangan.
“Pelatih selalu mengingatkan saya untuk jaga fokus dan konsentrasi serta beri selalu tekanan berupa serangan smash-smash tajam dan drop shot menyilang hingga bisa membuat lawan terkecoh,”imbuh Dhinda dilansir dari berbagai referensi badminton lovers tanah air.
BACA JUGA
Spektakuler, 2 Tunggal Putri Indonesia Kompak Melaju QF China Master 2026
Hempaskan Tuan Rumah, Putri Berdarahkan Bali Melaju ke R16 China Master
Untuk diketahui publik, langkah kesuksesan yang berhasil diraih oleh Ni Kadek Dinda Pratiwi sangat disayangkan tidak di ikuti langkahnya oleh tunggal putri Indonesia lainnya Mutiara Puspitasari.
Mutiara Puspitasari terhenti langkahnya setelah di laga quarter final (qf) ini tumbang oleh tunggal putri Negeri Gajah Putih (Thailand) Thonrug Saeheng secara rubber game (tiga set).
Sedangkan Ni Kadek Dinda Pratiwi sukses menundukkan unggulan pertama asal Chinese Taipei (Taiwan) Tung Ciou Tong secara mengejutkan langsung dua set menangnya.
Di set pertama, Ni Kandek Dhinda menang mudah skor 21-10.
Lalu, di set ke-2 Ni Kadek Dinda tancap gas pool tanpa banyak basa-basi terus memberi tekanan.
Gempuran smash-smash tajam dan terus mencoba drop shot bola menyilang sehingga membuat lawan tangguh unggulan pertama asal Chinese Taipei (Taiwan) tak berdaya.
Catatan torehan manis pun akhirnya berhasil diraih putri Indonesia berdarahkan Bali ini.
“Sekali lagi kami sebagai anak bangsa Indonesia menghaturkan terimakasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada sektor tunggal putri Indonesia melalui tangan Ni Kadek Dinda Pratiwi ini.
Namun langkah perjuangan kesuksesan diraih Ni Kadek Dinda sangat disayangkan tidak di ikuti juga oleh tunggal putri Indonesia lainnya seperti Mutiara Puspitasari.
Langkah Mutiara Puspitasari terhenti setelah dikalahkan Tonrug Saeheng Thailand.
Semoga langkah perjuangan Ni Kadek Dinda Pratiwi besok di laga semifinal bisa terus berlanjut menang hingga tembus laga pamungkas (final).
Harapan kita bersama, semoga Ni Kadek Dinda Pratiwi bisa mempersembahkan gelar juara perdananya di ajang China Master 2026 ini, Amiin,” ungkap Jekcson anak muda pecinta badminton lovers tanah air pada media online nasional interaksimassa.com sore ini, Jum’at (13/3/2026).**













Mantap Super sepak terjangnya Ni Kadek Dhinda Tunggal Putri berdarahkan Bali ini 🇮🇩💪💪💪😎