Palembang | Arus balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 di wilayah Sumatera masih menunjukkan intensitas tinggi. Meskipun puncak arus balik telah diprediksi sebelumnya, kenyataannya volume kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) hingga Selasa (24/3/2026) belum mengalami penurunan signifikan.
Kondisi ini menjadi indikasi bahwa mobilitas masyarakat pasca-Lebaran masih terus berlangsung, terutama bagi para pemudik yang kembali ke kota asal untuk melanjutkan aktivitas pekerjaan.
Kepadatan lalu lintas terpantau dominan terjadi di koridor penghubung utama serta jalur akses menuju kawasan perkotaan.
Pelaksana Tugas Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan trafik kendaraan di seluruh ruas tol yang telah beroperasi.
“Secara kumulatif, total trafik harian pada ruas tol yang beroperasi mencapai 256.641 kendaraan, atau meningkat 191,36 persen dibandingkan trafik normal,” ungkap Hamdani, Rabu (25/3/2026).
Lonjakan tersebut mencerminkan tingginya aktivitas perjalanan masyarakat selama periode arus balik Lebaran tahun ini.
Bahkan, beberapa ruas tol mencatatkan peningkatan yang sangat signifikan, jauh di atas kondisi normal.
Pada ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka), jumlah kendaraan tercatat mencapai 29.462 unit atau meningkat 137,12 persen. Sementara itu, ruas Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih (Palindra & Indraprabu) dilalui sebanyak 34.387 kendaraan, meningkat hingga 177,34 persen dibandingkan kondisi normal.
Di wilayah lain, seperti ruas Tol Betung–Tempino–Jambi, tercatat sebanyak 9.069 kendaraan melintas atau naik 23,54 persen. Sedangkan Tol Bengkulu–Taba Penanjung mengalami lonjakan signifikan hingga 275,31 persen dengan total 5.367 kendaraan.
Ruas Tol Pekanbaru–Dumai mencatat 23.434 kendaraan atau meningkat 64,56 persen, sementara Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar melonjak hingga 325,90 persen dengan 19.144 kendaraan.
Tak kalah tinggi, ruas Tol Indrapura–Kisaran mencatat peningkatan sebesar 210,57 persen dengan total 26.007 kendaraan. Sementara ruas Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita mencatat angka tertinggi dengan 60.001 kendaraan atau meningkat 296,07 persen.
Selain itu, ruas Tol Binjai–Langsa juga mengalami kenaikan sebesar 187,08 persen dengan total 21.772 kendaraan. Bahkan, lonjakan tertinggi terjadi pada ruas Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 yang mencapai 541,95 persen dengan total 18.058 kendaraan.
Sementara itu, ruas Tol Padang–Sicincin juga mengalami peningkatan signifikan hingga 441,98 persen dengan jumlah kendaraan mencapai 9.940 unit.
Tak hanya ruas tol yang telah beroperasi penuh, peningkatan trafik juga terjadi pada ruas tol yang masih difungsionalkan selama periode arus balik Lebaran.
Pada 24 Maret 2026, ruas Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 mencatat sebanyak 6.116 kendaraan.
Sedangkan ruas Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai) mencatat 6.129 kendaraan sejak difungsionalkan pada 13 Maret 2026.
Melihat tingginya volume kendaraan tersebut, PT Hutama Karya (Persero) terus mengoptimalkan pelayanan di lapangan. Upaya ini meliputi kesiapan petugas, peningkatan fasilitas pendukung, hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Hamdani menegaskan bahwa pemantauan trafik dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan perjalanan di jalan tol tetap aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna,” jelasnya.
Di tengah tingginya mobilitas, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam merencanakan perjalanan. Pengguna jalan diminta untuk memperhatikan berbagai aspek keselamatan, mulai dari mematuhi rambu lalu lintas, menjaga batas kecepatan, hingga memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.
Selain itu, pengemudi juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri saat lelah. Istirahat di rest area menjadi langkah penting untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kelelahan atau microsleep.
“Pastikan kondisi fisik dalam keadaan baik. Jika merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di rest area terdekat,” pesan Hamdani.
Fenomena tingginya volume kendaraan ini juga menunjukkan bahwa arus balik Lebaran 2026 cenderung berlangsung lebih panjang dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu.
Hal ini berbeda dengan pola sebelumnya yang biasanya mengalami penurunan tajam setelah puncak arus balik.
Dengan kondisi tersebut, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran lalu lintas. Pemerintah, operator jalan tol, serta aparat kepolisian terus bersinergi dalam mengantisipasi potensi kemacetan maupun gangguan keamanan di jalur utama.
Selain itu, masyarakat juga kini semakin dimudahkan dengan adanya akses informasi real-time terkait kondisi lalu lintas. Informasi tersebut dapat diakses melalui aplikasi resmi maupun kanal digital yang disediakan oleh pengelola tol.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga seluruh pemudik tiba di tujuan masing-masing.
Tingginya trafik di Jalan Tol Trans Sumatera juga menjadi gambaran meningkatnya mobilitas masyarakat serta pentingnya infrastruktur jalan tol dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatera. **












