Pagaralam | Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengajak seluruh camat dan lurah untuk terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam menyusun strategi guna menyukseskan program unggulan Pemerintahan Ludi–Bertha.
Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi bersama seluruh camat dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam, yang digelar di Balai Pertemuan Pemerintah Kota Pagar Alam, Sabtu (21/2/2026).
Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa camat dan lurah merupakan ujung tombak pemerintahan di tingkat bawah. Mereka berperan langsung sebagai pelayan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, dibantu perangkat RT dan RW.
“Di dalam sistem pemerintahan, kalian itu merupakan ujung tombaknya, dibantu dengan RT/RW, sebagai pelayan publik terdepan karena bersentuhan langsung oleh masyarakat,” ungkap Ludi.
Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi aktif dengan RT/RW serta masyarakat di wilayah masing-masing.
Setiap keluhan dan aspirasi warga diminta untuk ditampung dan dicatat dengan baik, kemudian dikaji bersama pemerintah daerah untuk disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Teruslah menjalin silaturahmi dengan RT/RW, dengarkan keluhan mereka, tampung semua keluhan mereka, nanti akan dikaji bersama yang disesuaikan dengan anggaran yang ada, mana kebutuhan masyarakat yang benar-benar dibutuhkan untuk saat ini,” imbuhnya.
Selain membahas penguatan pelayanan publik, rapat koordinasi tersebut juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah.
Wali Kota menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mengajak perwakilan lurah, RT/RW, serta warga melakukan studi tiru ke daerah yang telah memiliki sistem pengolahan sampah yang baik.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Pagar Alam.
“Dengan harapan bisa mengurai permasalahan sampah, dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga,” tegasnya.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis pengelolaan sampah.
Dalam kesempatan yang sama, Ludi juga menyoroti persoalan kenaikan harga gas melon (LPG 3 kg) yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
Ia memberikan tugas kepada para lurah untuk mendata langsung pangkalan gas di wilayah masing-masing dan berkoordinasi dengan RT/RW untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Menurutnya, gas melon diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga pengawasannya perlu diperketat agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
Pendataan yang akurat diharapkan mampu menekan potensi penyimpangan serta menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat.
Di akhir arahannya, Wali Kota Ludi mendorong seluruh camat dan lurah untuk terus berinovasi dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia menegaskan bahwa setiap prestasi yang diraih bukan semata untuk kepala daerah, melainkan untuk kebanggaan bersama masyarakat Kota Pagar Alam.
“Kalau dapat penghargaan nantinya, semua itu bukan untuk Wali Kota, bukan juga untuk Wakil Wali Kota, tapi untuk kota yang sama-sama kita cintai, Kota Pagar Alam,” pungkasnya.
Melalui penguatan sinergi, inovasi, serta komitmen pelayanan publik, Pemerintah Kota Pagar Alam optimistis berbagai program unggulan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.












