Musi Rawas | Seorang pria di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Korban diketahui bernama Anan (40), warga Dusun IV Desa Batu Gane, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas.
Korban ditemukan warga di tepi Sungai Bal, tepatnya di hulu Dusun Sri Penganten, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sangat memprihatinkan. Kepala korban terpisah dari tubuhnya, sejumlah bagian daging pada dada dan bahu hilang, serta terdapat bekas luka cakar di beberapa bagian tubuh. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat diterkam harimau saat hendak mencari ikan seorang diri.
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB berpamitan untuk pergi menjala ikan di Sungai Bal. Menurut keterangan warga bernama Ali, korban memang biasa mencari ikan di kawasan tersebut.
“Sekira pukul 20.00 WIB kemarin, korban berangkat mencari ikan dengan cara menjala ke Sungai Bal. Karena korban tak kunjung pulang hingga malam, keluarga mulai panik dan kemudian disusul oleh warga,” ungkap Ali kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).
Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, korban tidak kembali ke rumah. Keluarga yang khawatir kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian. Mereka menyisir sepanjang aliran Sungai Bal yang menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Ali menjelaskan bahwa lokasi pencarian cukup jauh dan berada di kawasan yang berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang dikenal sebagai habitat satwa liar, termasuk harimau Sumatera.
“Memang lokasinya cukup jauh karena wilayah TNKS. Saat melakukan pencarian, korban kemudian ditemukan sekitar jam 2 malam,” jelasnya.
Korban ditemukan tidak jauh dari sungai dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Warga yang menemukan jasad korban menduga kuat ia telah menjadi korban serangan harimau. Selain kepala dan tubuh yang terpisah, bagian mata dan telinga korban dilaporkan hilang. Terdapat pula bekas cakaran pada tubuh yang menyerupai luka akibat serangan satwa liar.
“Korban ditemukan tidak jauh dari sungai, lalu warga membawa korban pulang,” tambah Ali.
Sementara itu, Camat Selangit, Misbahudin Lubis, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu pagi dan dugaan sementara akibat serangan harimau.
“Benar ditemukan mayat seorang laki-laki, korban diduga sementara diterkam harimau di wilayah Sungai Bal tepatnya di hulu Dusun Sri Penganten Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas,” kata Misbahudin Lubis.
Ia menjelaskan, sebelum kejadian, korban pada Jumat siang memang berniat mencari ikan di Sungai Bal. Namun hingga malam hari, korban tidak kembali ke rumah sehingga keluarga bersama warga melakukan pencarian dengan menelusuri aliran sungai.
Dalam proses pencarian itulah ditemukan sesosok mayat dalam kondisi penuh luka terbuka. Luka-luka tersebut diduga kuat akibat serangan harimau yang masih berkeliaran di kawasan hutan sekitar.
Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah Musi Rawas yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan konservasi. Warga yang beraktivitas di sekitar hutan maupun aliran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama tidak beraktivitas seorang diri pada malam hari.
Pemerintah kecamatan juga mengingatkan masyarakat agar melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar permukiman atau lokasi aktivitas warga. Langkah antisipatif dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas masyarakat di wilayah yang berdekatan dengan habitat alami satwa liar memiliki risiko tinggi. Koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak terkait diharapkan dapat memperkuat langkah mitigasi konflik manusia dan satwa liar ke depan. (*)












