Warga Ulu Musi Tenggelam di Sungai Musi

Empat Lawang | Seorang warga Desa Batu Lintang, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, dilaporkan tenggelam dan terbawa arus Sungai Musi saat memasang perangkap ikan pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban diketahui bernama Anjasmi Andesta (32). Hingga Kamis (12/2/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban bersama dua orang rekannya pergi ke Sungai Musi untuk memasang perangkap ikan menjelang malam hari.

Setibanya di lokasi, ketiganya berpencar untuk memasang perangkap masing-masing di titik yang berbeda di sepanjang aliran sungai.

Tidak lama setelah berpencar, kedua rekan korban mendengar suara teriakan minta tolong dari arah sungai.

Mereka segera berupaya mendekati sumber suara tersebut. Namun, ketika tiba di lokasi yang diduga menjadi titik korban berteriak, Anjasmi sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.

Rekan korban kemudian melakukan pencarian awal secara manual di sekitar lokasi dengan menyisir tepian sungai. Akan tetapi, hingga beberapa waktu kemudian korban tidak juga ditemukan.

Dugaan sementara, korban tenggelam dan terseret arus Sungai Musi yang cukup deras pada saat kejadian.

Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat setempat dan diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palembang untuk penanganan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, segera mengerahkan satu tim Rescue Basarnas menuju lokasi kejadian.

“Saat ini Tim Rescue kami sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian,” ungkap Raymond, Kamis (12/2/2026).

Raymond menjelaskan bahwa dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) guna memaksimalkan area penyisiran dan mempercepat proses pencarian korban. Metode pencarian dilakukan secara terstruktur dan terkoordinasi.

SRU 1 bertugas melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Musi sejauh kurang lebih 5 kilometer persegi ke arah timur laut dari titik dugaan korban tenggelam.

Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet milik Basarnas serta perahu milik masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.

“SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran Sungai Musi sejauh 5 KM² ke arah timur laut menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat,” ujar Raymond.

Sementara itu, SRU 2 akan melakukan pencarian lanjutan dengan metode berbeda apabila kondisi memungkinkan.

Tim ini disiapkan untuk melakukan penyelaman di titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut atau berada di dasar sungai.

Selain itu, tim juga menyebarkan informasi kepada masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir Sungai Musi agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Upaya penyebaran informasi ini dinilai penting mengingat karakteristik Sungai Musi yang panjang dan memiliki arus yang dapat membawa korban ke lokasi yang cukup jauh dari titik awal kejadian. Koordinasi dengan warga setempat diharapkan dapat mempercepat proses penemuan korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di perairan, khususnya saat memasang perangkap ikan atau melakukan kegiatan lainnya di sungai, untuk selalu mengutamakan keselamatan.

Kondisi arus sungai yang dapat berubah sewaktu-waktu, terlebih menjelang malam hari, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan air.

Basarnas bersama unsur SAR gabungan terus melakukan upaya maksimal di lapangan. Cuaca dan kondisi arus sungai menjadi faktor penting dalam menentukan strategi pencarian. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung.

“Semoga dengan berbagai upaya yang kami lakukan ini korban dapat segera kami temukan,” tutup Raymond.

Pihak keluarga korban dan masyarakat Desa Batu Lintang berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil, sehingga korban dapat ditemukan dan proses selanjutnya dapat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *