Malang | Persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 diprediksi masih berlangsung ketat.
Kampus-kampus favorit tetap menjadi incaran ribuan peserta dari seluruh Indonesia, termasuk Universitas Negeri Malang (UM) yang dikenal memiliki banyak program studi unggulan.
Namun, di tengah ketatnya kompetisi tersebut, terdapat strategi alternatif yang mulai banyak dilirik calon mahasiswa: memilih jurusan dengan jumlah peminat relatif sedikit.
Strategi ini dinilai mampu meningkatkan peluang kelulusan, selama tetap disesuaikan dengan minat dan kemampuan akademik.
Peluang Besar di Balik Jurusan Minim Peminat
Data daya tampung SNBT 2026 yang dikombinasikan dengan jumlah peminat tahun sebelumnya menunjukkan bahwa tidak semua program studi di UM memiliki tingkat persaingan tinggi.
Beberapa jurusan justru memiliki rasio pendaftar yang lebih longgar, sehingga peluang diterima lebih besar.
Berikut sejumlah jurusan yang tergolong “sepi peminat” di UM:
1. Pendidikan Seni Pertunjukan
Program studi ini menyediakan 58 kursi pada SNBT 2026, dengan jumlah peminat tahun sebelumnya hanya 116 orang.
BACA JUGA:
Passing Grade Universitas Mataram 2026: Peta Persaingan Ketat Menuju Kampus Favorit di Lombok
Rasio ini tergolong cukup ideal bagi calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang seni.
2. Pendidikan Fisika dan Fisika Murni
Kedua jurusan ini masing-masing memiliki daya tampung 71 kursi.
Jumlah peminat tahun lalu tercatat 121 orang untuk Pendidikan Fisika dan 123 orang untuk Fisika Murni.
Peluang masuk masih terbuka lebar bagi peserta dengan kesiapan akademik yang baik.
3. Pendidikan Bahasa Jerman
Dengan kuota 42 kursi dan jumlah peminat sekitar 163 orang pada tahun sebelumnya, jurusan ini menjadi alternatif bagi calon mahasiswa yang tertarik pada bahasa asing namun ingin menghindari persaingan ketat.
4. Sains Aktuaria
Meski memiliki prospek karier yang menjanjikan di sektor keuangan, jurusan ini belum terlalu diminati.
Daya tampung 40 kursi hanya diisi oleh sekitar 158 pendaftar pada tahun lalu.
5. Pendidikan Kimia
Jurusan ini menyediakan 66 kursi dengan jumlah peminat sekitar 192 orang.
Persaingannya masih tergolong realistis dibandingkan program studi sains lainnya.
6. Pendidikan Bahasa Mandarin
Kebutuhan tenaga ahli bahasa Mandarin terus meningkat, namun minat terhadap jurusan ini belum terlalu tinggi.
Dengan 36 kursi, jumlah peminatnya sekitar 236 orang pada tahun sebelumnya.
7. Sejarah
Program studi ini membuka 35 kursi di SNBT 2026.
Meskipun peminat mencapai 220 orang, tingkat persaingannya masih lebih rendah dibandingkan jurusan sosial lain yang lebih populer.
Strategi Cerdas, Bukan Sekadar “Jalan Pintas”
Memilih jurusan dengan peminat lebih sedikit bukan berarti menurunkan standar atau kualitas pendidikan.
Sejumlah program studi seperti Sains Aktuaria, Fisika, dan Bahasa asing justru memiliki prospek kerja luas, mulai dari riset, teknologi, hingga industri global.
Strategi ini dapat menjadi langkah cerdas untuk meningkatkan peluang lolos seleksi, terutama bagi peserta yang ingin mengamankan kursi di PTN favorit.
Meski demikian, faktor minat dan kemampuan tetap menjadi pertimbangan utama agar proses studi dapat dijalani dengan optimal.
Dengan perencanaan matang dan strategi tepat, peluang menembus SNBT 2026 terbuka lebih lebar.
Calon peserta diimbau untuk tidak hanya fokus pada jurusan populer, tetapi juga mempertimbangkan opsi lain yang sesuai potensi diri. **












