Lahat | Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) berhasil mencatatkan langkah awal yang menjanjikan dalam pengembangan komoditas hortikultura dengan melakukan panen perdana bawang merah varietas Brebes.
Kegiatan ini berlangsung di kebun binaan Dinas TPHP di Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, dan menjadi momentum penting dalam upaya diversifikasi pertanian serta peningkatan ekonomi petani lokal.
Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan optimisme terhadap hasil panen bawang merah Brebes yang dinilai memiliki kualitas unggul.
Ia mengungkapkan bahwa meskipun ukuran bawang yang dihasilkan relatif lebih kecil dibandingkan varietas lain seperti bawang Kerinci, namun keunggulan utama terletak pada aroma yang lebih kuat.
Menurutnya, aroma khas tersebut justru menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing produk di pasaran.
“Panen ini membuktikan bahwa Lahat tidak hanya mampu menanam, tetapi juga menghasilkan bawang merah dengan kualitas dan produktivitas yang tidak kalah dari daerah asalnya di Brebes,” ujar Widia.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan ini harus menjadi pijakan untuk pengembangan yang lebih luas di masa mendatang.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan komoditas bawang merah Brebes sebagai salah satu sektor unggulan pertanian di Kabupaten Lahat.
Namun demikian, di balik keberhasilan panen perdana ini, muncul tantangan baru yang perlu segera diantisipasi, yakni persoalan pemasaran.
Melimpahnya hasil produksi berpotensi menjadi masalah apabila tidak diimbangi dengan sistem distribusi yang efektif dan berkelanjutan.
Widia Ningsih menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi (hulu), tetapi juga harus memastikan kesiapan sektor hilir, termasuk akses pasar dan jaringan distribusi.
Salah satu strategi yang tengah dipertimbangkan adalah menjalin kerja sama dengan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai mampu menyerap hasil pertanian dalam jumlah besar.
“Potensi ekonominya sangat besar. Jangan sampai hasil panen ini terbuang sia-sia. Kita harus siapkan hilirnya, bukan hanya hulunya saja,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Lahat juga berencana memperluas jangkauan pemasaran ke berbagai kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi.
Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Ke depan, pengembangan bawang merah Brebes tidak hanya difokuskan di Desa Tunggul Bute, tetapi juga akan diperluas ke wilayah lain seperti Jarai dan Tanjung Sakti.
Untuk itu, Dinas TPHP diminta segera melakukan pemetaan wilayah potensial serta menyiapkan dukungan berupa bantuan bibit bagi petani yang siap mengembangkan komoditas ini.
Widia juga menyoroti tingginya nilai jual bawang merah Brebes yang bisa mencapai Rp50.000 per kilogram.
Hal ini menjadi peluang besar bagi petani untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di sektor pertanian.
Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Lahat, Ferry Wisnu, menjelaskan bahwa hasil uji coba budidaya bawang merah Brebes menunjukkan produktivitas yang cukup tinggi. Dari lahan seluas satu hektare, mampu menghasilkan sekitar 9 hingga 11 ton bawang merah.
Menurutnya, panen perdana ini juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap proses budidaya, mulai dari penanaman hingga masa panen.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam pengembangan skala yang lebih besar ke depannya.
Tak hanya itu, pihaknya juga tengah mengupayakan proses sertifikasi terhadap bibit bawang merah Brebes yang dikembangkan di Lahat.
Dengan adanya sertifikasi tersebut, diharapkan bibit ini dapat diakui secara resmi sebagai varietas unggul lokal yang memiliki daya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional.
“Ke depan, bibit bawang merah Brebes ini akan disertifikatkan sehingga nantinya menjadi bibit unggul asal Lahat,” ujar Ferry.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, dinas teknis, dan para petani, pengembangan bawang merah Brebes di Kabupaten Lahat diharapkan mampu menjadi salah satu pilar baru dalam pembangunan sektor pertanian.
Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa inovasi dan adaptasi terhadap komoditas unggulan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi daerah. **












