Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Fokus Perbaiki Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Nanik S Deyang Kepala BGN / Foto ist

Jakarta – Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menandai babak baru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang menyasar jutaan pelajar dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.

Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, dipercaya memimpin lembaga tersebut menggantikan Dadan Hindayana. Meski pelantikan resminya dijadwalkan berlangsung pada Senin (8/6), Nanik telah memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan menjadi fokus utama selama masa kepemimpinannya.

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang menitikberatkan pada perluasan cakupan penerima manfaat, Nanik menegaskan bahwa prioritas BGN saat ini adalah peningkatan kualitas pelaksanaan program.

Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima, tetapi juga dari kualitas makanan yang disajikan, kesiapan dapur, serta efektivitas distribusi di lapangan.

“Tahun ini kami tidak mengejar kuantitas, tetapi memperbaiki kualitas,” ujarnya dalam sejumlah kesempatan yang dikutip media nasional.

Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional

Prabowo Tegaskan Setiap Keputusan Harus Berpihak kepada Rakyat

Langkah tersebut mencerminkan perubahan orientasi kebijakan yang lebih menekankan keberlanjutan program.

BGN akan melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah penerima manfaat untuk memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada wilayah yang membutuhkan.

Dalam skema baru yang sedang disusun, sekolah atau daerah yang dinilai memiliki tingkat kebutuhan lebih rendah akan menjadi objek refocusing anggaran.

Dana yang tersedia selanjutnya akan diarahkan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini menghadapi tantangan akses pangan dan layanan gizi yang lebih besar.

Selain pemerataan manfaat, efisiensi anggaran juga menjadi perhatian utama. Pemerintah sebelumnya mengumumkan adanya penyesuaian anggaran Program MBG.

Pagu yang semula mencapai sekitar Rp335 triliun kini turun menjadi sekitar Rp268 triliun sebagai bagian dari langkah penataan dan optimalisasi program.

Meski demikian, Nanik memastikan bahwa efisiensi tersebut tidak akan mengurangi sasaran utama penerima manfaat.

Sebaliknya, pemerintah berupaya memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak yang lebih besar bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Menurutnya, salah satu strategi yang akan dilakukan adalah memperkuat pengawasan, meningkatkan standar operasional dapur MBG, serta memastikan rantai distribusi makanan berjalan lebih efektif dan transparan.

Pengamat kebijakan publik menilai pergantian pimpinan BGN dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG.

Sebagai program berskala nasional dengan anggaran besar, MBG membutuhkan tata kelola yang kuat, sistem pengawasan yang ketat, serta koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

Ke depan, tantangan terbesar bagi kepemimpinan baru BGN adalah menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan kualitas layanan.

Jika berhasil, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi program bantuan sosial, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Dengan fokus pada kualitas, akuntabilitas, dan pemerataan manfaat, pergantian kepemimpinan di BGN diharapkan menjadi titik awal penguatan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu fondasi penting pembangunan nasional.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *