PALEMBANG – Dugaan adanya percakapan mesra di telepon seluler istrinya berujung pada persoalan serius yang menimpa seorang pria berusia 60 tahun di Kota Palembang. Tedi Danil, warga Jalan Pangeran Ratu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, menjadi korban penganiayaan saat berada di warung kopi miliknya di kawasan Pasar Ritel Jakabaring.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Akibat kejadian itu, Tedi mengalami sejumlah luka, termasuk luka pada bagian pelipis, luka tusuk di dada kiri, serta patah tulang pada pergelangan tangan kiri.
Saat menjalani perawatan di RS Bari Palembang, Tedi menceritakan bahwa sebelum kejadian, dirinya memang tengah dihantui kecurigaan terhadap istrinya berinisial A (48).
Kecurigaan tersebut semakin kuat setelah Tedi diam-diam membuka telepon seluler milik istrinya ketika sang istri sedang tertidur. Dari percakapan WhatsApp yang dibacanya, Tedi mengaku menemukan sejumlah pesan yang menurutnya bernada mesra.
Dalam percakapan tersebut, terdapat kata “sayang” serta pertanyaan mengenai kapan keduanya dapat bertemu kembali.
“Sudah lama saya curiga dengan istri saya, apalagi HP tidak pernah lepas,” ungkap Tedi saat ditemui ketika menjalani perawatan.
Menurut Tedi, rasa penasaran membuatnya kembali membuka isi percakapan tersebut ketika istrinya sedang tidur.
“Di saat istri saya tidur, saya mengambil diam-diam dan membaca WA di HP miliknya. Ada kata sayang dan kapan ketemu lagi,” katanya.
Tedi kemudian mempertanyakan isi percakapan tersebut kepada istrinya. Namun, pertanyaan itu justru memicu persoalan baru dalam rumah tangga mereka.
“Dari situlah saya tanya, tapi istri saya tidak terima,” ujarnya.
Persoalan tersebut kemudian diduga berkaitan dengan peristiwa penganiayaan yang dialami Tedi di warung kopinya.
Saat kejadian, Tedi mengaku sedang berada di warung kopi miliknya. Seorang pria yang diduga berinisial MA datang ke lokasi. Tedi bahkan sempat menawarkan kopi kepada pria tersebut.
Namun, situasi kemudian berubah. Pria tersebut diduga tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap korban.
Menurut keterangan Tedi, pelaku diduga membawa batu bata dan melemparkannya ke arah bagian pelipis. Serangan kemudian berlanjut hingga menggunakan senjata tajam berupa pisau.
Akibat serangan tersebut, Tedi mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri.
Minta Uang untuk Beli Sabu, Pemuda Palembang Aniaya Ibu Kandung
OTT di Palembang, Ditreskrimsus Polda Sumsel Amankan Dua Oknum PPPK Disdik Banyuasin
Korban sempat berupaya melindungi dirinya dari serangan. Ketika mencoba menangkis menggunakan sebatang kayu, pergelangan tangan kirinya justru mengalami patah tulang.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian memberikan pertolongan kepada korban. Tedi selanjutnya dibawa ke RS Bari Palembang untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek SU I Palembang, Kompol Heri, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut.
“Benar telah terjadi peristiwa penganiayaan oleh orang tidak dikenal di warung kopi milik korban,” kata Heri.
Heri menjelaskan, korban mengalami sejumlah luka akibat peristiwa tersebut. Di antaranya luka akibat benturan benda keras, luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri, serta patah tulang pada pergelangan tangan.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan jajaran Polsek SU I Palembang. Polisi masih berupaya mengungkap secara jelas rangkaian kejadian tersebut, termasuk memastikan identitas pelaku dan motif di balik penyerangan terhadap korban.
Polisi juga akan mendalami keterangan korban serta mengumpulkan informasi dan barang bukti yang dapat membantu mengungkap kasus tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hubungan antara dugaan percakapan mesra di telepon seluler istri korban dengan aksi penganiayaan yang dialami Tedi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah kedua persoalan tersebut memang memiliki keterkaitan.
Kasus ini menjadi perhatian setelah persoalan yang bermula dari kecurigaan dalam rumah tangga diduga berujung pada aksi kekerasan hingga menyebabkan korban harus mendapatkan perawatan medis.
Penyidik masih bekerja untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut. Identitas pelaku, motif penyerangan, serta rangkaian kejadian sebelum dan sesudah penganiayaan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan kepolisian.
**












