JAKARTA – Kontingen Indonesia menutup perjuangan pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, dengan hasil yang melampaui target medali emas yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan data Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Indonesia mengakhiri Asian Games 2026 dengan koleksi 39 medali. Rinciannya terdiri atas lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Perolehan tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-16 klasemen akhir Asian Games 2026. Torehan lima emas sekaligus membawa Merah Putih melewati target awal empat medali emas yang ditetapkan sebelum kontingen bertolak ke Jepang.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi perjuangan para atlet Indonesia yang mampu memenuhi sekaligus melampaui target tersebut.
“Emas kelima sudah kita dapatkan dan berarti target empat emas yang kita tetapkan sudah terlampaui,” ujar Erick sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenpora RI.
Lima medali emas Indonesia pada Asian Games 2026 berasal dari tiga cabang olahraga, yakni bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan.
Dua emas disumbangkan dari cabang bulu tangkis. Medali emas pertama diraih melalui nomor beregu putra, sedangkan emas lainnya dipersembahkan pasangan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin.
Sementara itu, Rahmat Erwin Abdullah menjadi penyumbang emas Indonesia dari cabang angkat besi. Prestasi tersebut kembali menegaskan konsistensi Indonesia dalam salah satu cabang olahraga andalan di pentas internasional.
Dari panjat tebing, Desak Made Rita Kusuma Dewi turut mempersembahkan medali emas untuk kontingen Merah Putih. Adapun satu emas lainnya datang dari cabang panahan melalui Nurisa Dian Ashrifah.
Prestasi Nurisa menjadi salah satu catatan penting bagi Indonesia dalam Asian Games 2026. Ia mencetak sejarah sebagai atlet Indonesia yang berhasil meraih medali emas pertama dari cabang panahan sepanjang keikutsertaan Indonesia di Asian Games.
Capaian tersebut mendapat perhatian khusus dari Erick Thohir. Menurutnya, keberhasilan para atlet harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga nasional secara berkelanjutan.
Meski target telah terlampaui, Erick mengingatkan agar hasil tersebut tidak membuat pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga berpuas diri. Evaluasi tetap diperlukan untuk mengetahui cabang olahraga yang berhasil memenuhi ekspektasi maupun yang masih membutuhkan pembenahan.
Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Pendidikan Tinggi Gratis, Pratikno Jadi Koordinator
“Lima emas ini tentu kita syukuri, apalagi hari ini kita juga menyaksikan sejarah baru dari panahan. Tetapi kita tidak boleh berhenti pada pencapaian hari ini. Kita harus melihat prosesnya. Ada cabor yang berhasil melampaui ekspektasi, ada yang masih berjuang, dan ada juga yang harus kita evaluasi,” kata Erick.
Ia menambahkan, prestasi yang ditorehkan Nurisa dapat menjadi pijakan untuk membangun prestasi yang lebih tinggi pada ajang internasional berikutnya.
“Prestasi seperti yang ditorehkan Nurisa harus menjadi momentum untuk membangun prestasi yang lebih tinggi dan berkelanjutan menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028,” ujarnya.
Sementara itu, China kembali menunjukkan dominasinya dalam klasemen akhir Asian Games 2026. Negeri Tirai Bambu keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 169 medali emas, 89 perak, dan 83 perunggu.
Tuan rumah Jepang berada di posisi kedua dengan raihan 83 emas, 95 perak, dan 91 perunggu. Korea Selatan melengkapi posisi tiga besar dengan 39 emas, 43 perak, dan 68 perunggu.
Bagi Indonesia, perolehan lima medali emas menjadi catatan positif sekaligus bahan evaluasi. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi prestasi, memperkuat pembinaan atlet, serta meningkatkan daya saing cabang olahraga yang masih belum mencapai target.
Dengan Asian Games 2026 telah berakhir, perhatian kini diarahkan pada agenda olahraga berikutnya. Hasil di Aichi-Nagoya diharapkan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028 dengan persiapan yang lebih matang.
**












