JAKARTA – Lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) merilis hasil survei nasional yang mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam survei tersebut adalah penilaian masyarakat terhadap kinerja menteri dan pejabat negara.
Dalam hasil survei yang dipaparkan pada Minggu (18/10/2026), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas sebagai menteri atau pejabat negara dengan kinerja terbaik. Amran memperoleh angka 15,4 persen berdasarkan penilaian responden.
Posisi kedua ditempati Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan perolehan 14,5 persen. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berada di urutan ketiga dengan angka 6 persen.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Amran, Teddy, dan Erick menjadi tiga nama teratas dalam penilaian responden terhadap kinerja jajaran pemerintahan Prabowo-Gibran.
Setelah Erick, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memperoleh 4,5 persen. Berikutnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi Bahlil Lahadalia meraih 3,2 persen.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memperoleh 2,1 persen, disusul Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebesar 1,5 persen.
Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendapatkan 1,1 persen, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebesar 0,9 persen, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dengan angka 0,8 persen.
Amran Dinilai Berhasil Mendorong Swasembada Pangan
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menjelaskan bahwa pihaknya turut menggali alasan di balik penilaian positif responden terhadap sejumlah menteri dan pejabat negara.
Menurut Adi, tingginya penilaian terhadap Amran Sulaiman berkaitan dengan persepsi masyarakat mengenai upaya mendorong swasembada pangan, ketersediaan pupuk, serta kebijakan di sektor pertanian.
Amran dinilai memiliki kinerja yang dapat dirasakan dan dilihat masyarakat, terutama melalui program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan petani dan ketahanan pangan nasional.
Adi menjelaskan bahwa responden mengaitkan kinerja Amran dengan keberhasilan mendorong swasembada pangan, penyediaan pupuk yang terjangkau dan melimpah, serta kebijakan yang dinilai tepat.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pangan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian masyarakat dalam mengevaluasi kinerja pemerintahan.
Survei PPI: 65,2 Persen Publik Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo
Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita KSAD
Teddy Indra Wijaya Dinilai Rajin dan Profesional
Sementara itu, Teddy Indra Wijaya memperoleh penilaian positif karena dianggap sebagai sosok yang tidak banyak berbicara, tetapi lebih mengutamakan pekerjaan.
Menurut Adi, persepsi publik terhadap Sekretaris Kabinet tersebut terbentuk melalui sejumlah faktor, mulai dari kinerja yang terlihat, kemampuannya mengomunikasikan program pemerintah, hingga gaya penyampaian informasi yang mudah dipahami.
Teddy juga dinilai rajin, profesional, serta kerap muncul di media sehingga aktivitas dan perannya dalam pemerintahan relatif mudah diamati masyarakat.
Selain itu, Adi menyebut kedekatan dengan masyarakat kecil turut menjadi salah satu persepsi positif yang melekat pada Teddy.
Kemampuan menyampaikan informasi secara sederhana dinilai membantu masyarakat memahami berbagai program dan kegiatan pemerintah. Faktor tersebut menjadi bagian dari penilaian responden terhadap kinerja pejabat negara.
Erick Thohir Dikaitkan dengan Kemajuan Olahraga
Adapun penilaian terhadap Erick Thohir berkaitan dengan kiprahnya dalam memajukan olahraga nasional, khususnya perkembangan tim nasional sepak bola Indonesia.
Adi menyebut persepsi positif terhadap Erick antara lain muncul dari perhatian masyarakat terhadap perkembangan tim nasional dan hasil pertandingan yang dianggap membanggakan.
Selain dinilai memiliki kebijakan yang baik, Erick juga dipersepsikan sebagai sosok yang cerdas serta memiliki kontribusi dalam mendorong kemajuan olahraga.
Hasil survei PPI ini menjadi salah satu gambaran mengenai pandangan responden terhadap kinerja para menteri dan pejabat negara dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Meski demikian, angka tersebut merupakan hasil penilaian responden dalam survei, sehingga tidak secara otomatis menggambarkan penilaian seluruh masyarakat Indonesia.
Penilaian publik terhadap kinerja pejabat negara dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat bagaimana program pemerintah dikomunikasikan, dijalankan, dan dipersepsikan oleh masyarakat.
**












