JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kebanggaannya memimpin Indonesia selama dua tahun terakhir. Ia menilai pemerintahan Kabinet Merah Putih telah menunjukkan sejumlah hasil nyata melalui berbagai program dan kebijakan yang dijalankan sejak awal masa kepemimpinannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka evaluasi dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kabinet yang telah bekerja bersama dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia menilai berbagai capaian yang telah diraih menjadi alasan untuk terus meningkatkan kinerja demi kepentingan bangsa dan negara.
“Saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu, saya bangga menjadi presidenmu, saya bangga telah memimpin pemerintah ini karena dalam 2 tahun, dalam 2 tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, dua tahun perjalanan pemerintahan merupakan momentum untuk melihat kembali berbagai upaya yang telah dilakukan sekaligus memperkuat komitmen dalam melanjutkan pembangunan nasional.
Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diperoleh. Evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan dan program pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Survei PPI: 65,2 Persen Publik Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo
Prabowo Sebut Hujan Jadi Kunci Atasi Asap Karhutla, Pakar Diminta Cari Solusi Pencegahan
Prabowo Ingatkan Pemerintah Tidak Sombong
Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan yang telah dicapai tidak boleh membuat pemerintah bersikap sombong. Namun, di sisi lain, ia juga mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintahan tidak memiliki sikap rendah diri ketika menghadapi berbagai tantangan.
“Bukan kita sombong, kita tidak boleh sombong, tapi kita tidak boleh rendah diri,” ujarnya.
Ia menilai bangsa Indonesia perlu memiliki kepercayaan diri yang kuat dalam melihat kemampuan dan prestasi yang telah diraih. Menurutnya, masyarakat terkadang kurang memberikan penghargaan terhadap pencapaian bangsa sendiri dibandingkan keberhasilan negara lain.
Prabowo menduga kondisi tersebut tidak terlepas dari pengalaman sejarah panjang Indonesia yang pernah berada di bawah penjajahan. Pengalaman tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi cara sebagian masyarakat memandang kemampuan bangsa sendiri.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghargai hasil kerja dalam negeri tanpa mengabaikan pentingnya evaluasi, kritik, dan perbaikan. Sikap percaya diri, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan kerendahan hati dan tanggung jawab.
Singgung Kekayaan Alam Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti posisi Indonesia di tengah dinamika hubungan internasional. Ia menilai Indonesia menghadapi berbagai tekanan ketika berupaya memperkuat kemandirian dan meningkatkan kemampuan sebagai sebuah bangsa.
Prabowo berpandangan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia sejak lama menarik perhatian berbagai kekuatan asing. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa Nusantara telah menjadi sasaran pihak-pihak yang ingin memperoleh manfaat dari kekayaan alam yang dimiliki wilayah tersebut.
“Data-data sejarah membenarkan bahwa Nusantara kita ini selalu menjadi sasaran, sasaran kekuatan-kekuatan negara-negara yang ingin mengambil kekayaan kita,” kata dia.
Pernyataan tersebut mencerminkan penekanan Prabowo terhadap pentingnya menjaga kepentingan nasional dan memperkuat kemandirian Indonesia dalam mengelola potensi yang dimiliki.
Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan diri sebagai bangsa harus disertai kesadaran terhadap tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, pemerintah diharapkan mampu menjalankan pembangunan secara konsisten serta menjaga kepentingan masyarakat Indonesia.
Sidang Kabinet Paripurna tersebut menjadi momentum bagi pemerintahan Kabinet Merah Putih untuk mengevaluasi perjalanan dua tahun kepemimpinan Prabowo. Evaluasi itu sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi antarkementerian dan meningkatkan pelaksanaan program prioritas pemerintah pada tahun-tahun berikutnya.
Prabowo menekankan bahwa capaian yang telah diraih harus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus bekerja, bukan alasan untuk berpuas diri. Ia ingin jajaran kabinet tetap menjaga semangat pengabdian, meningkatkan kinerja, dan membangun keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri mandiri di tengah persaingan global.
**












