Palembang | Suasana haru masih menyelimuti kediaman almarhum Alex Noerdin di Jalan Merdeka, Palembang. Memasuki hari ketiga wafatnya mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode tersebut, keluarga besar bersama kerabat, tokoh masyarakat, dan para sahabat kembali menggelar pembacaan Surah Yasin serta doa bersama, Jumat sore (27/2/2026).
Puluhan pelayat memadati ruang utama rumah duka. Mereka duduk bersila dengan khidmat mengikuti lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dipimpin seorang ustaz. Suasana hening dan penuh takzim terasa sejak awal acara hingga doa penutup dipanjatkan. Keluarga berharap almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diampuni segala khilaf semasa hidupnya.
Karangan bunga ucapan belasungkawa masih berjajar rapi di halaman rumah. Untaian bunga dari berbagai instansi, tokoh politik, organisasi kemasyarakatan, hingga sahabat dekat menjadi simbol penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum selama memimpin Sumatera Selatan. Arus pelayat juga masih terus berdatangan, meski prosesi pemakaman telah dilaksanakan sehari sebelumnya.
Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah turut hadir memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran mereka menjadi bentuk empati sekaligus penghormatan atas dedikasi panjang almarhum di dunia pemerintahan dan pembangunan daerah.
Putra almarhum, Dodi Reza Alex Noerdin, menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan perhatian yang terus mengalir sejak kabar duka tersebut tersebar. Ia mengaku dukungan dari berbagai pihak menjadi penguat bagi keluarga dalam menghadapi masa-masa sulit ini.
“Terima kasih atas kehadiran dan doa dari semua pihak. Semoga segala kebaikan almarhum semasa hidup menjadi amal jariyah,” ujarnya singkat.
Semasa hidupnya, Alex Noerdin dikenal luas sebagai sosok pemimpin yang berperan besar dalam pembangunan Sumatera Selatan. Sejumlah proyek infrastruktur strategis menjadi bagian dari warisan pengabdiannya. Kompleks olahraga Jakabaring Sport City menjadi salah satu ikon pembangunan yang kerap dikaitkan dengan kepemimpinannya.
Selain itu, kehadiran LRT Palembang sebagai moda transportasi modern pertama di luar Pulau Jawa juga menjadi tonggak penting dalam transformasi infrastruktur perkotaan di Palembang. Proyek tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memperkuat citra kota sebagai tuan rumah berbagai ajang nasional dan internasional.
Di bidang sosial, program berobat gratis dan sekolah gratis yang pernah digagasnya meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai memberikan akses lebih luas terhadap layanan dasar, terutama bagi kalangan kurang mampu. Hingga kini, program itu masih dikenang sebagai salah satu terobosan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Doa bersama di hari ketiga wafatnya menjadi momentum refleksi atas perjalanan hidup dan pengabdian almarhum. Bagi keluarga, kerabat, maupun masyarakat luas, kepergian Alex Noerdin bukan hanya kehilangan figur pemimpin, tetapi juga sosok yang telah memberi warna dalam perjalanan pembangunan Sumatera Selatan.
Meski raganya telah tiada, semangat dan jejak pengabdiannya diyakini akan terus hidup dalam ingatan masyarakat. Rumah duka di Jalan Merdeka sore itu menjadi saksi bagaimana doa, kenangan, dan rasa hormat menyatu dalam suasana penuh haru. (*)












