Pemprov Sumsel Siapkan Mudik Gratis Tiga Moda Transportasi

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Musni Wijaya. Foto: ist

Palembang | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menggelar program mudik gratis bagi masyarakat pada Lebaran 2026. Program tersebut menyediakan tiga moda transportasi sekaligus, yakni bus, kereta api, dan speedboat, untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman serta mengurangi beban biaya perjalanan.

Program mudik gratis tersebut dijadwalkan akan dilepas secara resmi pada 17 Maret 2026 dan rencananya dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah yang ingin merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Musni Wijaya, mengatakan bahwa program mudik gratis kembali dilaksanakan tahun ini dengan melibatkan berbagai moda transportasi guna menjangkau wilayah darat maupun perairan.

“Tahun ini kembali diadakan program mudik gratis dengan tiga moda transportasi. Pelaksanaan pelepasan direncanakan pada tanggal 17 Maret oleh Pak Gubernur,” ujar Musni Wijaya, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta mudik gratis.

Bahkan untuk moda transportasi kereta api dengan rute menuju Lubuk Linggau, seluruh tiket yang disediakan telah habis dipesan oleh masyarakat. Saat ini, slot yang masih tersedia hanya tersisa untuk perjalanan menuju Tanjung Karang, Lampung.

Pemerintah Provinsi Sumsel berharap program ini dapat menjadi solusi transportasi bagi masyarakat yang ingin mudik dengan aman dan nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan biaya perjalanan.

Selain kereta api, moda transportasi bus juga disiapkan untuk melayani sejumlah rute perjalanan darat. Untuk mendukung kelancaran program tersebut, Dinas Perhubungan Sumsel bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Jasa Raharja dan Perum Damri.

Kerja sama tersebut bertujuan memastikan armada bus yang digunakan dalam kondisi laik jalan serta memenuhi standar keselamatan bagi para pemudik.

“Untuk transportasi darat, kami menggandeng Jasa Raharja dan Damri guna memastikan armada bus yang digunakan aman dan layak jalan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk wilayah perairan, pemerintah provinsi juga menyiapkan armada speedboat guna melayani masyarakat yang tinggal di daerah yang hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai.

Dishub Sumsel menyiagakan dua unit speedboat dengan kapasitas sekitar 50 hingga 60 penumpang untuk melayani rute Makarti. Selain itu, sejumlah daerah juga turut menyiapkan armada mandiri untuk melayani masyarakat di wilayah perairan.

Kabupaten Banyuasin, misalnya, menyiapkan armada speedboat untuk melayani pemudik pada rute Lalan yang merupakan salah satu kawasan perairan di Sumatera Selatan.

“Kami menyiapkan unit speedboat untuk meng-cover daerah perairan. Daerah lain seperti Lalan juga telah menyiapkan armada sendiri untuk melayani kebutuhan pemudik di wilayah perairan,” tambah Musni.

Selain menyiapkan transportasi, pemerintah provinsi juga mempersiapkan sistem pengamanan yang ketat selama periode mudik Lebaran. Pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Sebanyak 1.060 personel gabungan akan diterjunkan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Pramuka.

Ribuan personel tersebut nantinya akan ditempatkan di berbagai titik strategis, seperti terminal, pelabuhan, bandara, serta sejumlah ruas jalan utama di wilayah Sumatera Selatan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 561 posko Lebaran yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Posko tersebut akan berfungsi sebagai pusat pelayanan informasi, pengamanan, serta tempat istirahat bagi para pemudik.

“Kami juga telah menyiapkan posko-posko Lebaran dengan total sekitar 561 posko yang tersebar di wilayah provinsi. Personel yang terlibat merupakan tim gabungan,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah provinsi juga terus berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) terkait kondisi infrastruktur jalan menjelang musim mudik.

Perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas utama agar perjalanan masyarakat tidak terganggu oleh kondisi jalan yang rusak. Pemerintah menargetkan perbaikan jalan selesai sebelum puncak arus mudik.

“Balai Besar Jalan menargetkan pada H-7 Lebaran sudah tidak ada lagi jalan yang berlubang.

Fokus kami adalah memberikan pelayanan maksimal agar masyarakat bisa mudik dengan tenang dan lancar,” pungkasnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *