Lahat | Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Lintas Lahat–Empat Lawang, tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Sebuah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) Al Hijrah jurusan Jakarta–Padang dilaporkan terperosok hingga terguling ke jurang di sisi kiri jalan.
Bus jenis R8 Volvo berwarna abu-abu dengan nomor polisi BA 7025 WBU tersebut saat kejadian membawa sekitar 36 penumpang. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia.
Korban meninggal diketahui bernama Ceri Siswandi Wijaya (13), seorang pelajar perempuan asal Jakarta Pusat. Korban diduga terlempar keluar melalui kaca kendaraan saat bus terguling, kemudian terjepit kendaraan ketika proses evakuasi berlangsung.
Selain korban meninggal dunia, beberapa penumpang lainnya juga mengalami luka-luka. Di antaranya Darmita (72), warga Krio Tangerang, yang mengalami memar pada bagian pinggul. Kemudian Juli Astuti (38), seorang pegawai negeri sipil (PNS), mengalami luka pada bagian punggung.
Penumpang lain yang turut menjadi korban luka adalah Dona Aji Krisworo (33), seorang guru PNS asal Dharmasraya, Sumatera Barat. Ia dilaporkan mengalami cedera pada bagian leher akibat benturan saat kendaraan terguling.
Sementara itu, pengemudi bus bernama Futhlal Khair (29), warga Kembang Utara, Jakarta Utara, juga mengalami luka memar serta keseleo pada bagian pinggang akibat kecelakaan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan bermula ketika bus melintas di jalur yang menanjak dan menikung di kawasan Desa Sugihwaras. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sebuah truk tangki elpiji yang melintas di jalur tersebut.
Pengemudi bus mengaku sempat memperlambat laju kendaraan dan berupaya menepi untuk menghindari kendaraan dari arah berlawanan tersebut. Namun diduga roda belakang bus masuk ke bahu jalan yang berada di tepi jurang.
Akibat kondisi tersebut, kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terperosok ke jurang di sisi kiri jalan. Bus dilaporkan terguling ke bawah dengan kedalaman sekitar lima meter dari badan jalan.
“Menghindari mobil dari arah berlawanan pak, tapi ban belakang sudah masuk jurang dan mundur lalu terguling,” ujar sopir saat memberikan keterangan.
Beruntung di lokasi kejadian terdapat dataran serta pepohonan yang menahan laju kendaraan sehingga bus tidak jatuh lebih dalam ke jurang.
Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Lahat yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal serta proses evakuasi terhadap para penumpang.
Korban luka langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kapolres Lahat Novi Edyanto melalui Kasat Lantas Jhoni Albert menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Menurutnya, dugaan sementara kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi saat melintas di jalur yang cukup rawan karena kondisi jalan yang menanjak dan menikung.
“Untuk mobil masih di lokasi. Sementara penumpang telah dievakuasi,” ujar Jhoni Albert.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kronologi serta faktor penyebab kecelakaan secara menyeluruh.
Selain melakukan evakuasi korban, petugas juga mengamankan lokasi kejadian guna menghindari potensi kecelakaan lanjutan di jalur tersebut.
Proses evakuasi kendaraan hingga kini masih berlangsung karena posisi bus yang berada di jurang menyulitkan proses penarikan menggunakan alat berat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengemudi kendaraan, khususnya angkutan umum jarak jauh, untuk selalu berhati-hati saat melintasi jalur rawan kecelakaan, terutama pada malam hari dan di kawasan perbukitan dengan kondisi jalan yang menanjak serta menikung.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengendara agar selalu memperhatikan kondisi jalan, menjaga kecepatan kendaraan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan demi keselamatan selama perjalanan.










