Respons Cepat dan Empati Polres Muratara Jadi Teladan Penanganan Tragedi Anak Tenggelam di Sungai Rupit

Foto ist

MURATARA – Peristiwa tragis yang menimpa seorang anak berinisial N (8), warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, pada Rabu (15/4/2026), menjadi pengingat penting bagi jajaran kepolisian di seluruh Indonesia tentang urgensi respons cepat, kolaborasi lintas instansi, serta pendekatan kemanusiaan dalam penanganan bencana.

Korban dilaporkan tenggelam di Sungai Rupit sekitar pukul 14.30 WIB saat bermain di tepi sungai yang melintasi Desa Lesung Batu.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, derasnya arus sungai membuat korban terseret dan hilang dalam hitungan menit, memicu kepanikan warga setempat.

Menanggapi laporan tersebut, Kapolres Musi Rawas Utara, AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., menunjukkan kepemimpinan sigap dengan langsung memerintahkan pembentukan tim pencarian terpadu.

Tanpa menunggu waktu lama, jajaran Polres Muratara bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan pencarian intensif.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Sat Samapta, Satpolairud, BPBD Muratara, serta dibantu masyarakat, dikerahkan menyisir aliran Sungai Rupit.

Dengan menggunakan dua unit perahu karet, pencarian dilakukan secara sistematis menyusuri titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus.

Langkah taktis lainnya yang dilakukan adalah pendirian posko terpadu di Balai Desa Lesung Batu.

Posko ini menjadi pusat koordinasi seluruh unsur SAR dalam menyatukan strategi pencarian, pertukaran informasi, hingga pengaturan teknis di lapangan.

Keberadaan posko ini terbukti efektif dalam mempercepat proses pencarian.

Setelah upaya intensif yang dilakukan sepanjang beberapa hari, korban akhirnya ditemukan oleh tim gabungan, Rabu (22/4/2026)

Namun, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Duka mendalam menyelimuti keluarga dan masyarakat sekitar atas kejadian tersebut.

Tidak hanya berhenti pada proses pencarian, Polres Muratara juga menunjukkan sisi humanis institusi kepolisian.

BACA JUGA

Polisi Lubuklinggau Batasi Truk ODOL, Arus Balik Lebaran Diprioritaskan

Polisi Ungkap Pembunuhan Staf Bawaslu OKU Selatan, Pelaku Menyerahkan Diri

Atas arahan langsung Kapolres, bantuan sosial berupa sembako terdiri dari beras, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.

Kemudian  santunan uang diserahkan kepada keluarga korban.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kasat Reskrim Iptu Nasirin, S.H., M.H., didampingi Kapolsek Rawas Ulu Iptu Harry Suharto, S.Pd., M.Si., bersama jajaran anggota Reskrim dan Polsek Rawas Ulu di kediaman keluarga korban di Desa Sungai Baung.

“Ini merupakan atensi langsung dari Bapak Kapolres. Kami hadir tidak hanya untuk penanganan peristiwa, tetapi juga untuk meringankan beban keluarga korban. Selain itu, kami juga memberikan trauma healing bagi keluarga,” ujar Iptu Harry saat penyerahan bantuan, Rabu (22/4/2026)

Pendekatan psikologis melalui trauma healing menjadi langkah penting dalam membantu keluarga korban menghadapi tekanan emosional pascakejadian.

Hal ini sekaligus menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak terbatas pada aspek penegakan hukum, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.

Kapolsek Rawas Ulu juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua yang tinggal di bantaran Sungai Rupit, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.

Sungai dengan arus deras seperti Rupit memiliki potensi bahaya tinggi, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat lebih waspada dan memastikan anak-anak tidak bermain di area berisiko tanpa pengawasan,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi institusi kepolisian di berbagai daerah.

Respons cepat, koordinasi lintas sektor, serta empati terhadap korban dan keluarga harus menjadi standar operasional dalam setiap penanganan kejadian darurat.

Polres Muratara telah menunjukkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang humanis.

Model penanganan seperti ini diharapkan dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi satuan kepolisian lainnya di Indonesia dalam menghadapi situasi serupa.

Dengan pendekatan yang terintegrasi antara tindakan cepat dan kepedulian sosial, Polri dapat semakin memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *