Jakarta | Di tahun 2026, persaingan smartphone tidak lagi hanya soal jumlah megapiksel atau kualitas layar.
Kecerdasan buatan atau AI kini menjadi pusat inovasi, terutama dalam dunia fotografi mobile.
Pengguna bukan hanya ingin mengambil foto bagus, tetapi juga mengedit, memperbaiki, bahkan menciptakan hasil visual profesional langsung dari genggaman tangan.
Dalam persaingan itu, Samsung Galaxy S26 muncul sebagai perangkat yang banyak disebut paling unggul untuk edit foto AI.
Namun pertanyaannya, seberapa jauh peningkatannya dibanding Samsung Galaxy S25? Apakah benar revolusioner, atau sekadar peningkatan kecil yang dibungkus pemasaran futuristik?
Jawabannya terletak pada satu hal: kemampuan AI yang jauh lebih matang.
Jika beberapa tahun lalu edit foto di smartphone masih identik dengan filter otomatis, kini AI bekerja jauh lebih kompleks.
Teknologi modern mampu mengenali wajah, tekstur kulit, pencahayaan, objek latar, hingga detail kecil seperti helai rambut dan pantulan cahaya.
AI tidak lagi sekadar mempercantik gambar, tetapi memahami konteks visual secara menyeluruh.
Samsung menyebut teknologi ini sebagai Galaxy AI, yang menjadi fondasi utama lini Galaxy terbaru.
Pada seri S26, kemampuan tersebut meningkat signifikan berkat penggunaan chipset generasi baru, Qualcomm Snapdragon 8 Elite.
Galaxy S26 FE dan Taruhan Besar Samsung pada Exynos
Samsung Galaxy S27 Ultra, Saat Inovasi Kamera Mengambil Arah Berbeda
Chipset ini membawa performa Neural Processing Unit (NPU) di atas 50 TOPS atau trillion operations per second.
Sebagai perbandingan, Galaxy S25 sebelumnya masih berada di kisaran 40–45 TOPS.
Angka tersebut mungkin terdengar teknis, tetapi dampaknya terasa langsung dalam pengalaman pengguna sehari-hari.
Proses edit foto kini menjadi jauh lebih cepat dan responsif. Samsung mengklaim latensi pemrosesan berkurang hingga 40 persen.
Artinya, fitur seperti Generative Edit, penghapusan objek, retouch wajah, hingga penggantian latar dapat dilakukan hampir secara instan tanpa jeda yang mengganggu.
Yang paling menarik adalah peningkatan kualitas hasil edit. Pada Galaxy S26, AI mampu menghasilkan tekstur yang lebih realistis dan detail yang lebih natural dibanding generasi sebelumnya.
Ketika pengguna menghapus objek dari foto, AI dapat mengisi area kosong dengan konteks yang lebih akurat, membuat hasil edit terlihat lebih meyakinkan.
Perubahan ini sangat terasa dalam fotografi potret. Galaxy S26 mampu mendeteksi garis wajah, pencahayaan kulit, dan detail rambut dengan presisi lebih tinggi.
Efek blur latar atau bokeh juga tampak lebih alami, mendekati hasil kamera profesional.
Selain performa, efisiensi juga menjadi keunggulan besar. Galaxy S26 mulai mengandalkan on-device AI, yakni pemrosesan AI langsung di perangkat tanpa terlalu bergantung pada cloud.
Dampaknya bukan hanya kecepatan, tetapi juga privasi dan stabilitas. Pengguna dapat melakukan editing canggih tanpa koneksi internet kuat, sekaligus meminimalkan risiko data visual tersimpan di server eksternal.
Sementara itu, Galaxy S25 sebenarnya masih sangat kompetitif untuk kebutuhan fotografi harian.
Perangkat ini tetap menawarkan kualitas kamera flagship dan fitur AI yang mumpuni.
Namun, ketika digunakan untuk editing intensif—terutama generative editing dan retouching berbasis AI—S26 terlihat lebih matang dan efisien.
Perbedaan lainnya ada pada akurasi pengenalan objek. Snapdragon 8 Elite memungkinkan AI mengenali batas objek yang rumit seperti kain transparan, rambut tipis, atau bayangan lembut dengan presisi lebih tinggi.
Hal-hal kecil inilah yang membuat hasil editing terlihat lebih profesional dan minim kesalahan.
Di era media sosial visual seperti sekarang, kemampuan semacam ini menjadi semakin penting.
Kreator konten, fotografer mobile, hingga pengguna biasa kini menginginkan proses editing cepat dengan hasil setara software desktop profesional. Smartphone tidak lagi hanya alat komunikasi, tetapi juga studio kreatif portabel.
Persaingan AI smartphone pun diprediksi akan semakin ketat. Brand teknologi kini berlomba menghadirkan AI yang bukan hanya pintar, tetapi juga efisien, cepat, dan mampu bekerja secara personal sesuai gaya pengguna.
Galaxy S26 menunjukkan bahwa masa depan smartphone memang bergerak ke arah AI-first device perangkat yang menempatkan kecerdasan buatan sebagai inti pengalaman pengguna.
Kamera bagus tetap penting, tetapi kini AI-lah yang menentukan bagaimana foto terlihat, diperbaiki, dan disempurnakan.
Bagi pengguna yang fokus pada fotografi mobile dan editing AI, Galaxy S26 menawarkan lompatan yang cukup signifikan dibanding pendahulunya.
Bukan hanya soal spesifikasi, tetapi soal bagaimana teknologi mulai memahami kreativitas manusia dengan cara yang semakin natural.
**












