Empat Lawang | Di tengah perbukitan hijau dan hamparan sawah yang membentang di Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, lahirlah seorang anak petani yang menjadi salah satu tokoh penting di Sumatera Selatan.
Sosok itu adalah H. Joncik Muhammad, Bupati Empat Lawang yang dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki perjalanan hidup penuh perjuangan.
Perjalanan Joncik Muhammad menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Berasal dari keluarga sederhana, ia tumbuh dalam lingkungan pedesaan yang mengajarkannya arti kerja keras, disiplin, dan ketekunan sejak usia dini.
Lahir pada 4 November 1970, Joncik menghabiskan masa kecilnya dengan kehidupan yang lekat dengan aktivitas pertanian.
Seperti kebanyakan anak desa pada masa itu, ia menyaksikan langsung bagaimana orang tuanya berjuang memenuhi kebutuhan keluarga melalui hasil bumi. Pengalaman tersebut membentuk karakter kuat yang kemudian menjadi bekal dalam perjalanan hidupnya.
Sejak muda, Joncik dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kegiatan pendidikan. Baginya, pendidikan merupakan jalan untuk mengubah masa depan.
Dengan semangat belajar yang tinggi, ia berhasil menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi, sebuah pencapaian yang tidak mudah bagi anak desa pada masa tersebut.
Langkah Joncik memasuki dunia politik dimulai ketika ia dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Lahat. Saat itu, Kabupaten Empat Lawang masih menjadi bagian dari Kabupaten Lahat sebelum pemekaran daerah dilakukan.
Karier politiknya berkembang cukup pesat. Ia dipercaya menjabat Ketua Komisi C DPRD Lahat periode 1999–2004. Posisi tersebut menjadi awal pembuktian kapasitasnya dalam bidang pemerintahan dan pembangunan daerah.
Ketika Kabupaten Empat Lawang resmi berdiri sebagai daerah otonom baru, Joncik turut mengambil bagian dalam proses pembangunan fondasi pemerintahan.
Ia kemudian menjabat Ketua DPRD Empat Lawang periode 2007–2009 sebelum dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Empat Lawang periode 2009–2014.
Pengalaman panjang di lembaga legislatif membuat namanya semakin dikenal masyarakat. Tidak hanya di Empat Lawang, tetapi juga di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Kariernya terus menanjak ketika dipercaya menjadi Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan periode 2014–2018. Posisi tersebut memberinya kesempatan untuk memahami lebih luas persoalan pembangunan daerah, ekonomi masyarakat, hingga tata kelola pemerintahan.
Namun bagi Joncik, jabatan bukanlah tujuan akhir. Ia memiliki keinginan lebih besar untuk membawa perubahan langsung bagi masyarakat Empat Lawang. Keinginan itulah yang mendorongnya maju dalam kontestasi Pilkada Empat Lawang.
Kepercayaan masyarakat akhirnya mengantarkannya terpilih sebagai Bupati Empat Lawang pada pilkada 2018 Kepemimpinannya mendapat dukungan luas karena dianggap memahami kebutuhan masyarakat akar rumput.
Pada tahun 2025, Joncik kembali mengikuti pilkada dan dilantik bersama Wakil Bupati Arifa’i untuk memimpin Kabupaten Empat Lawang periode 2025–2030.
Dalam memimpin daerah, Joncik membawa visi besar yang dikenal dengan sebutan Empat Lawang MADANI (Makmur, Aman, Damai, Agamais, Nasionalis, dan Indah).
Visi tersebut menjadi arah pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai program pembangunan terus dijalankan, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pembangunan jalan dan jembatan, penguatan sektor pertanian, hingga pembenahan birokrasi pemerintahan.
Sebagai daerah yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian, Joncik menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
Banyak masyarakat melihat perjalanan hidup Joncik sebagai inspirasi bahwa kesuksesan dapat diraih siapa saja yang memiliki kemauan kuat untuk belajar dan bekerja keras.
Dari seorang anak petani di pelosok desa hingga menjadi kepala daerah, perjalanan tersebut menunjukkan pentingnya konsistensi, dedikasi, dan keberanian mengambil tanggung jawab.
Memasuki tahun 2026, Joncik Muhammad masih aktif menjalankan berbagai agenda pembangunan dan pemerintahan.
Ia terus berupaya mewujudkan Empat Lawang yang lebih maju, kompetitif, dan sejahtera di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Kisah Joncik Muhammad bukan sekadar cerita tentang karier politik. Lebih dari itu, ia merupakan gambaran tentang bagaimana mimpi besar dapat lahir dari desa kecil, tumbuh melalui pendidikan dan pengalaman, lalu diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.
**












