Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menegaskan komitmennya menjaga keamanan daerah melalui program Poldes

Empat Lawang | Kabupaten Empat Lawang kembali menjadi perhatian publik setelah keberhasilan aparat kepolisian mengungkap peredaran narkotika jenis ganja di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho ke Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menegaskan komitmennya menjaga keamanan daerah sekaligus mendukung penuh pemberantasan narkoba.

Di hadapan Wakil Bupati Ketua DPRD,Sekda,Kapolres,Dandim,Kejari,Ditrees Narkoba Sumsel,serta jajaran Forkopimda ,serta aparat keamanan, Joncik Muhammad menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolda Sumsel dan seluruh jajaran yang dinilai serius menindak jaringan narkotika di Empat Lawang.

Menurutnya, pengungkapan kasus ganja tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir melindungi masyarakat dari ancaman narkoba yang dapat merusak generasi muda.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Kapolda yang telah menunjukkan perhatian besar kepada Empat Lawang. Peredaran narkoba harus diberantas karena menjadi ancaman nyata bagi masa depan daerah,” ujar Joncik dalam sambutannya.

Kunjungan Kapolda Sumsel ke Empat Lawang bukan hanya menjadi agenda seremonial semata. Momen itu juga menjadi ruang refleksi perjalanan panjang daerah tersebut dalam membangun keamanan dan stabilitas sosial.

Kapolda Sumsel Pimpin Pemusnahan BB 200 Kg Ganja, Pengungkapan Ladang 20 Hektar di Empat Lawang Tuai Apresiasi

Paripurna Puncak HUT ke-19 Empat Lawang menjadi momentum penegasan visi MADANI Jilid 2 oleh Bupati Joncik Muhammad,fokus pembangunan, sinergi serta program sosial

“Joncik mengisahkan bagaimana Empat Lawang dulu dikenal sebagai wilayah rawan konflik, kriminalitas, hingga aksi premanisme sebelum dirinya memimpin daerah itu.

Saat maju sebagai calon bupati pada 2013 silam, Joncik mengaku membawa visi besar untuk mengubah citra Empat Lawang menjadi daerah yang aman dan kondusif.

Ia bahkan pernah berjanji kepada masyarakat bahwa jika keamanan tidak membaik dalam enam bulan setelah dirinya menjabat, maka ia siap mundur dari kursi bupati.

Meski sempat gagal pada Pilkada 2013, Joncik tidak menghentikan perjuangannya. Pada Pilkada berikutnya, ia kembali maju dengan konsep pembangunan berbasis keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Setelah resmi dilantik pada 2018, langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan seluruh unsur penegak hukum, termasuk kepolisian, TNI, BIN, kejaksaan, hingga tokoh masyarakat.

Menurut Joncik, keamanan menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Tanpa situasi yang aman, investasi sulit masuk dan masyarakat tidak dapat menjalankan aktivitas ekonomi secara optimal. Karena itu, ia menggagas program pengamanan berbasis masyarakat yang dikenal dengan konsep “Pol PP Desa”.

Program tersebut melibatkan masyarakat lokal untuk ikut menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Menariknya, perekrutan anggota dilakukan tanpa syarat pendidikan tinggi, karena yang diutamakan adalah keberanian, loyalitas, serta kedekatan dengan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasa aman dan terlindungi. Karena keamanan bukan hanya tugas polisi atau tentara, tetapi tanggung jawab bersama,” katanya.

Joncik menyebut sinergi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, dan masyarakat menjadi kunci perubahan Empat Lawang dalam beberapa tahun terakhir.

Ia mengakui, keberhasilan menjaga stabilitas daerah tidak lepas dari dukungan aparat kepolisian yang terus memperkuat patroli dan penindakan terhadap berbagai bentuk kriminalitas.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho juga memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dalam membangun kolaborasi keamanan berbasis masyarakat.

Ia menilai pendekatan tersebut efektif menciptakan situasi kondusif sekaligus memperkuat hubungan aparat dengan warga.

Kapolda menegaskan bahwa pemberantasan narkoba akan terus menjadi prioritas utama kepolisian di Sumatera Selatan.

Menurutnya, jaringan narkotika sering memanfaatkan daerah-daerah yang memiliki akses geografis terbuka untuk menjalankan aktivitas ilegal. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi penting agar peredaran barang haram dapat ditekan secara maksimal.

Selain persoalan narkoba, Joncik juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan masyarakat di tengah dinamika politik dan sosial yang berkembang.

Ia berharap Empat Lawang dapat terus menjadi daerah yang damai, aman, dan mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Selatan.

Bagi masyarakat Empat Lawang, kehadiran Kapolda Sumsel menjadi simbol perhatian negara terhadap keamanan daerah.

Sementara bagi Joncik Muhammad, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menjaga rasa aman dan harapan masyarakat untuk hidup lebih baik.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *