Empat Lawang | Semarak peringatan hari jadi selalu menjadi ruang refleksi bagi sebuah daerah untuk menilai perjalanan dan merancang masa depan.
Di Kabupaten Empat Lawang, momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi titik penting dalam meneguhkan arah pembangunan menuju visi besar daerah: “Empat Lawang MADANI Jilid 2”.
Bertempat di Tebing Tinggi sebagai pusat pemerintahan, rangkaian acara puncak berlangsung khidmat namun sarat makna.
Sidang Paripurna Istimewa di Gedung Serba Guna yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan provinsi.
Di tengah suasana penuh kebersamaan itu, Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Sumatera Selatan yang dinilai membawa semangat baru serta dukungan nyata bagi percepatan pembangunan daerah.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Pemkab Empat Lawang tetap menunjukkan progres positif.
Dukungan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Pemprov Sumsel yang diproyeksikan mencapai lebih dari Rp50 miliar pada 2026 menjadi salah satu pendorong utama pembangunan.
Sejumlah program strategis terus digulirkan, mulai dari makan bergizi gratis bagi puluhan ribu masyarakat, pembentukan koperasi desa, penguatan keamanan melalui Pol PP desa, hingga peningkatan layanan kesehatan di RSUD.
Hasilnya mulai terlihat—Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 69,22 (2024) menjadi 70,56 (2025), serta penurunan tingkat pengangguran terbuka.
Komitmen menuju visi “Empat Lawang MADANI Jilid II” terus diperkuat, dengan fokus pada kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pelayanan publik.
“Kami terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat, meskipun dalam keterbatasan fiskal,” tegas Bupati.
Kehadiran Gubernur Sumatera Selatan dalam acara tersebut menjadi simbol kuatnya dukungan pemerintah provinsi terhadap percepatan pembangunan di Empat Lawang.
Dalam sambutannya “Gubernur H. Herman Deru memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara parsial.
Diperlukan harmonisasi kebijakan agar program yang dijalankan di tingkat daerah selaras dengan arah pembangunan nasional.
Sinergi inilah yang diyakini mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah, Fauzan Khoiri Denin, memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tidak mengganggu pelayanan publik. Justru, momentum ini dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) memiliki peran penting dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif dan profesional. Dengan pelayanan yang optimal, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat terus terjaga.
Lebih jauh, peringatan HUT ini juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial antarwarga. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas menjadi aset penting yang harus terus dijaga.
Bagi masyarakat Empat Lawang, perayaan ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga membangun harapan untuk masa depan.
Visi MADANI yang diusung diharapkan mampu membawa perubahan nyata, tidak hanya dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Di usia yang ke-19, Empat Lawang berada pada titik persimpangan antara pengalaman masa lalu dan tantangan masa depan.
Dengan kepemimpinan yang kuat, sinergi yang solid, serta partisipasi aktif masyarakat, daerah ini memiliki peluang besar untuk terus berkembang.
Peringatan HUT ini pada akhirnya menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Ketika semua pihak bergerak bersama, cita-cita menuju Empat Lawang yang maju, aman, dan sejahtera bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
**












