MUARADUA,ImteraksiMassa.com — Kondisi jalan yang menjadi akses menuju rumah Kepala Desa (Kades) Pelangki, Toni, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), menjadi sorotan.
Jalan tersebut terlihat mengalami kerusakan cukup parah. Permukaan jalan tampak terkelupas, berlubang, serta terdapat sejumlah bagian badan jalan yang mengalami kerusakan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan terlihat di sejumlah titik sepanjang akses jalan. Material pengerasan juga tampak tidak lagi utuh, sementara beberapa bagian badan jalan terlihat mengalami pengikisan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, jalan tersebut telah beberapa kali dilakukan pembangunan atau perbaikan dalam kurun waktu hampir tiga tahun terakhir.
Namun, meski telah beberapa kali diperbaiki, kondisi jalan saat ini kembali mengalami kerusakan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai daya tahan hasil pekerjaan dan faktor yang menyebabkan jalan kembali rusak.
Saat dikonfirmasi pada Senin (24/8/2026) mengenai pembangunan jalan tersebut, Kepala Desa Pelangki, Toni, membantah jika pembangunan menggunakan Dana Desa (DD).
Menurut Toni, pembangunan jalan tersebut dilakukan menggunakan dana pribadi miliknya.
“Bukan menggunakan Dana Desa (DD), tetapi menggunakan uang pribadi saya,” ujar Toni saat dikonfirmasi.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan akses jalan yang dimaksud, menurut keterangan kepala desa, tidak bersumber dari anggaran Dana Desa.
BACA JUGA:
Baru Selesai Dibangun, Jalan Rabat Beton di Dusun 6 Desa Sinar Napalan Diduga Sudah Rusak
Plafon Sekolah Diduga Rusak Parah, Pengelolaan Dana BOS UPT SD Negeri 1 Bumi Genap Jadi Sorotan
Meski demikian, kondisi jalan yang kembali mengalami kerusakan setelah beberapa kali dilakukan pembangunan tetap menjadi perhatian.
Kerusakan yang muncul dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kualitas material, metode pelaksanaan pekerjaan, kondisi tanah, drainase, hingga beban kendaraan yang melintas.
Karena itu, diperlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait untuk mengetahui secara pasti penyebab kerusakan jalan tersebut.
Pemeriksaan terhadap kondisi fisik jalan juga diperlukan apabila terdapat dugaan persoalan pada kualitas pekerjaan, sehingga penyebab kerusakan dapat diketahui berdasarkan kondisi teknis di lapangan.
Selain pemerintah desa, pihak-pihak yang mengetahui proses pembangunan maupun perbaikan jalan tersebut juga dapat memberikan keterangan mengenai riwayat pekerjaan dan sumber pembiayaannya.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai nilai pembangunan, spesifikasi pekerjaan, pihak yang mengerjakan, maupun teknis pembangunan jalan tersebut.
Kondisi jalan yang rusak diharapkan mendapat perhatian agar akses masyarakat tetap aman dan nyaman digunakan, sekaligus memastikan setiap pembangunan yang dilakukan memiliki kualitas dan daya tahan yang memadai. (anton)












