Tingkatkan Kompetensi Wawasan Sejarah Bangsa, FGD Difasilitasi Kemenbud RI

Foto ist

KOTA BENGKULU – Dalam rangka meningkatkan kompetensi skill dibidang khusus wawasan sejarah bangsa Indonesia maka salah satu Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Bengkulu Ustadz Aditya Chandra,S.Kom.I mengikuti Forum Group Discusion (FGD).

FDG ini difasilitasi langsung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) melalui Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah Provinsi Bengkulu.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah Provinsi Bengkulu Iskandar Siregar,S.IP.,M.Si mengatakan, dirinya bersama Instansi dipimpinnya sangat mengapresiasi semua peserta telah antusias mengikuti kegiatan FGD tentang jejak Bung Karno di Bengkulu ini.

“Kami sangat mengapresiasi semua peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan FGD yang Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia kita fasilitasi ini.

Mengingat pesertanya terbatas sekali, maka salah satu peserta dari Penyuluh Agama Kementerian Agama Ustadz Aditya,S.Kom.I telah hadir berpartisipasi membersamai kita disini, kami haturkan terima kasih dan apresiasi,” ungkap Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah Provinsi Bengkulu pada kontributor media online nasional interaksimassa.com tadi malam, Sabtu (22/8/2026).

BACA JUGA

Gerak Jalan Indah Meriahkan Semarak Kemerdekaan di Empat Lawang

Remisi Kemerdekaan 2026 di Lapas Muaradua, Sebanyak 275 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

Untuk diketahui publik, kegiatan FGD yang membahas mengenai jejak Bung Karno di Bengkulu ini menghadirkan langsung Narasumber hebat sekaligus penulis buku ‘Jejak Bung Karno di Bengkulu’ yakni Dr. Agus Setiyanto,S.Pd.,M.Si (Purnabakti ASN PNS Dosen Universitas Negeri Bengkulu dan juga Sejarahwan senior Provinsi Bengkulu).

Kemudian narasumber ke-2 Hardiansyah Kandidat Doktor Keilmuan Sejarah merupakan Akademisi (Dosen) Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan juga Sejarahwan Muda Provinsi Bengkulu.

Kegiatan FGD ini diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah Provinsi Bengkulu di Resto Papuk Mamuk Kota Bengkulu.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *