JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto. Keputusan tersebut diambil agar ia dapat menjalani pengobatan penyakit jantung yang tengah dideritanya.
Informasi mengenai pengunduran diri Nanik disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui akun media sosial resminya, Rabu (22/7/2026).
Dalam keterangannya, Dirgayuza menyebut Nanik telah menyampaikan langsung niatnya kepada Presiden Prabowo untuk mundur dari jabatan sekaligus fokus pada proses pemulihan kesehatan.
“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulis Dirgayuza.
Keputusan tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan Nanik di Badan Gizi Nasional, lembaga yang memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat, termasuk pelaksanaan program prioritas peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Prabowo Targetkan Seluruh Sekolah di Indonesia Rampung Direnovasi pada 2029, uang dikirim langsung
Dirgayuza mengaku telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilihan Umum 2014. Selama lebih dari satu dekade, ia menilai Nanik merupakan sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan dan masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurutnya, Nanik dikenal sebagai pribadi yang tidak tinggal diam ketika melihat adanya ketidakadilan maupun kesulitan yang dihadapi rakyat. Kepedulian tersebut tercermin dari berbagai gagasan dan langkah yang pernah diperjuangkannya dalam membantu masyarakat.
Salah satu kontribusi yang dikenang adalah perannya dalam menyampaikan kasus Wilfrida Soik, seorang pekerja migran Indonesia yang sempat menghadapi ancaman hukuman mati di Malaysia, kepada Prabowo Subianto. Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri.
Selain itu, Nanik juga disebut sebagai penggagas program becak listrik yang ditujukan bagi para pengayuh becak lanjut usia.
Program tersebut dirancang untuk membantu meningkatkan kesejahteraan sekaligus meringankan beban kerja para pengemudi becak melalui pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Pengunduran diri Nanik mendapat perhatian karena dilakukan di tengah pelaksanaan sejumlah program strategis pemerintah di sektor gizi. Meski demikian, alasan kesehatan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut agar ia dapat menjalani pengobatan secara optimal.
Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan siapa yang akan menggantikan posisi Kepala Badan Gizi Nasional. Proses penunjukan pejabat baru diperkirakan akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku guna memastikan keberlanjutan berbagai program yang sedang berjalan.
Dengan mundurnya Nanik S Deyang, diharapkan seluruh agenda Badan Gizi Nasional tetap berjalan secara efektif melalui koordinasi internal lembaga hingga pimpinan definitif ditetapkan.
Pemerintah juga diharapkan segera menyiapkan langkah transisi agar program-program prioritas di bidang gizi tetap terlaksana tanpa hambatan.
Di sisi lain, berbagai pihak turut mendoakan agar Nanik S Deyang dapat menjalani proses pengobatan dengan lancar dan segera pulih sehingga dapat kembali mengabdikan diri bagi masyarakat dalam kapasitas yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.
**












