BIRMINGHAM (INGGRIS) – Ganda Putra termuda dimiliki Indonesia saat ini Raymond Indra/Nicolaus Joaquin.
Merupakan satu-satunya wakil merah tersisa hingga tembus laga semifinal ajang kompetisi badminton Internasional super 1000 All England tahun 2026.
Berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan di laga semifinal baru usai dilakoni fajar subuh, Minggu (8/3/2026) ini tadi.
Raymond/Joaquin biasa dijuluki ‘RayJo’ ini belum mampu menumbangkan sang monster ganda putra terbaik Korea Kim Wom Jo/Seo Seung Jae merupakan unggulan pertama atau ranking 1 dunia BWF saat ini.
Raymond Indra dengan partnernya Nicolaus Joaquin telah berjuang secara maksimal dengan mengerahkan semua skill kemampuan telah dimilikinya selama ini.
Dalam melakoni laga sengit dan tajam yang tembus hingga ±1 jam (lebih kurang 1 jam) di arena pertandingan Birmingham Inggris All England 2026.
Di set pertama, ganda putra termuda Indonesia Raymond/Joaquin secara kemampuan skill dan mental sudah lumayan mumpuni.
Kejar mengejar poin terus terjadi secara ketat.
Pada dasarnya, di set Raymond/Joaquin sempat berbalik unggul hal ini terbukti saat kedudukan Raymond/Joaquin tertinggal 4-8.
Mereka balik melakukan gempuran demi gempuran smash-smash tajam hingga berhasil menikung tembus di angka 11-8 untuk interval pertama istirahat turun minum.
Lanjut ke interval set pertama pasca turun minum, ke-2 pasangan terus jual beli serangan hingga skor pun sama 19-19.
BACA JUGA
Pahlawan Badminton Nyaris Menang, Namun Lawan Lebih Agresif
Perang Bintang All England 2026 Sektor Tunggal Putra Tumpuan Utama
Namun sangat disayangkan, 2 poin terakhir di poin-poin kritis, smash keras dilontarkan pemain kidal tangan kiri monster ganda putra Korea ini belum dikembalikan secara baik oleh Raymond Indra.
Sehingga kedudukan match poin (poin 20) untuk pasangan Korea ini.
Lalu, saat kedudukan tertinggal 19-20, Nicolaus Joaquin niat ingin mengecoh bermain cantik dengan netting tipisnya juga belum menyebrangi net sehingga jatuh di arena lapangan sendiri.
Sehingga set pertama milik kemenangan ganda putra Korea ini.
Berlanjut ke set ke-2, nampaknya pasangan anak muda pecinta badminton lovers tanah air Raymond Indra/Nicolaus Joaquin kehabisan energi.
Hal ini terlihat, saat pertandingan berlangsung, pasangan anak muda Indonesia ini banyak melakukan kesalahan sendiri kemungkinan faktor mental dan psikis yang belum stabil.
Maklum karena faktor usia dan jam terbang, sedangkan lawan dihadapi ialah monsternya ganda putra terbaik dunia dimiliki Korea dan juga merupakan unggulan pertama (ranking 1 dunia BWF).
“Harapan semua anak bangsa Indonesia pada dasarnya bertumpu pada anak muda ganda putra termuda Indonesia Raymond Indra/Nicolaus Joaquin ini.
Karena mereka merupakan satu-satunya wakil merah putih kita tersisa hingga ke laga semifinal ini.
Namun apalah daya, perjuangan telah luar biasa maksimal.
Kita sebagai anak bangsa Indonesia yang bijak dan beretika baik, kalah ataupun juga menang mutlak kita support dan terus mendo’akan terbaik untuk atlit-atlit badminton Indonesia tercinta kita ini.
Namun, saya dan semua pecinta badminton lovers tanah air Indonesia optimis dan yakin.
“Semoga kedepannya Raymond Indra/Nicolaus Joaquin tetaplah mengasah diri, mengasah skill, mengasah jam terbang pengalaman dan tingkatan kepercayaan diri yang tinggi agar mampu bersaing secara lebih keras lagi dikemudian hari,” ungkap Berry anak muda pecinta badminton lovers tanah air pada media online nasional interaksimassa.com pagi ini, Minggu (8/9/2026).
Bravo Badminton Indonesia!
Bravo atlit-atlit badminton Tanah Air Indonesia!!!
Hasil akhir perjuangan All England 2026 bukanlah langkah terakhir merupakan langkah keberhasilan yang tertunda.
Terus gapai cita-citamu setinggi langit wahai atlit badminton tanah air Indonesia!**













Perjuangan sungguh extra keras & adu strategi!!!
Bravo Anak Muda Raymond/Joaquin!!!
Langkah kalian masih panjang & teruslah mengasah skill diri dll!!!