PALEMBANG | Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, resmi melantik Pengurus Forum Komite SMA, SMK, dan SLB Provinsi Sumsel periode 2026-2029 di Graha Bina Praja, Palembang, Sabtu (2/5/2026).
Forum ini mencatat sejarah sebagai forum komite sekolah tingkat provinsi pertama yang terbentuk di Indonesia.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa pembentukan forum tersebut bukan sekadar pencapaian seremonial, melainkan amanah besar yang harus dijalankan secara serius dan penuh kehati-hatian.
Menurutnya, status sebagai forum pertama di Indonesia membuat pengurus memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan organisasi ini sebagai contoh nasional.
“Ini amanah besar karena menjadi yang perdana di Indonesia. Kita ingin forum ini menjadi role model atau rujukan nasional. Karena itu harus dikelola dengan penuh kecermatan secara yuridis agar tidak ada langkah yang menyimpang,” tegas Herman Deru.
Tak hanya itu, Herman Deru langsung memberi tantangan kepada jajaran pengurus agar bergerak cepat membentuk kepengurusan hingga tingkat kecamatan di 17 kabupaten/kota di Sumsel.
Ia menekankan bahwa soliditas organisasi menjadi kunci utama agar forum ini mampu berjalan efektif.
“Sebagai pembina, pesan saya hanya satu, harus solid. Solid secara internal dalam organisasi, dan juga solid dalam urusan eksternal,” ujarnya.
BACA JUGA:
Kemenko Polhukam dan Pemprov Sumsel Gelar Forum Koordinasi dan Konsultasi untuk Penguatan PPID
Elen Setiadi Hadiri Rapat Koordinasi Forum Pembangunan Kelautan dan Perikanan
Herman Deru juga menyoroti berbagai persoalan pendidikan yang selama ini kerap dikeluhkan wali murid, termasuk soal pungutan sekolah yang dinilai perlu memiliki aturan yang jelas dan transparan.
Menurutnya, forum komite harus hadir sebagai jembatan antara orang tua siswa, sekolah, dan pemerintah agar persoalan pendidikan tidak terus berulang.
“Harus ada kejelasan terkait pungutan-pungutan. Kesepakatan antara komite dan sekolah akan menjadi regulasi dalam pembiayaan. Forum ini harus punya legitimasi kuat di mata wali siswa dan menjadi solusi atas persoalan pendidikan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar kualitas sekolah tetap menjadi prioritas utama, sehingga tidak muncul sekolah dengan fasilitas baik tetapi minim siswa akibat persoalan manajemen.
Sementara itu, Ketua Forum Komite SMA-SMK-SLB Sumsel terpilih, Ir. Suparman Roman, mengaku optimistis forum ini akan memperkuat ekosistem pendidikan di Sumsel.
Menurut Suparman, dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumsel menjadi energi besar bagi pengurus untuk menjalankan program kerja ke depan.
“Kehadiran kami adalah untuk memperkokoh pilar-pilar pendidikan,” ujar Suparman.
Dengan terbentuknya forum ini, Pemprov Sumsel berharap sinergi antara sekolah, komite, dan orang tua siswa semakin kuat demi meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan. **












