Madinah – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti rombongan Jamaah Haji Kloter 2 PLM (Lahat) saat melaksanakan ziarah ke Raudhah di Masjid Nabawi.
Sebanyak 440 jamaah yang berasal dari Lahat dan Palembang menjalani salah satu rangkaian ibadah penting selama berada di Kota Madinah dengan tertib dan penuh semangat spiritual.
Ziarah Raudhah dikenal sebagai momen yang sangat dinanti oleh para jamaah haji.
Lokasi ini berada di dalam Masjid Nabawi dan diyakini sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa.
Raudhah terletak di antara mimbar dan kediaman Nabi Muhammad, menjadikannya sebagai kawasan yang sarat nilai sejarah sekaligus spiritual bagi umat Islam di seluruh dunia.
Ketua pembimbing kloter Han Han Yustian, menyampaikan bahwa seluruh jamaah mengikuti proses ziarah secara bergantian sesuai dengan pengaturan yang telah ditetapkan oleh otoritas setempat.
Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan selama pelaksanaan ibadah, mengingat tingginya jumlah jamaah dari berbagai negara yang juga ingin mengakses area Raudhah.
“Alhamdulillah, seluruh jamaah Kloter 2 PLM dapat mengikuti ziarah Raudhah dengan lancar. Mereka sangat antusias dan menjaga kekhusyukan selama berada di dalam area Masjid Nabawi,” ujar Han Han.
Perjalanan menuju Raudhah dilakukan secara bertahap per rombongan. Setiap kelompok diarahkan untuk mengikuti jalur yang telah ditentukan, termasuk melewati area makam Nabi Muhammad serta para sahabatnya, yaitu Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
Momen ini menjadi pengalaman spiritual yang mendalam bagi para jamaah, yang sebagian besar mengaku terharu saat berada di dekat tempat bersejarah tersebut.
BACA JUGA
Alhamdulillah, Jamaah Haji Kloter 2 PLM (Lahat) Tiba di Madinah
Jamaah Haji Lahat Tiba di Asrama Haji Palembang, Siap Terbang ke Madinah!
Banyak jamaah yang memanfaatkan kesempatan di Raudhah untuk memanjatkan doa-doa terbaik, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun bangsa Indonesia.
Tangis haru pun tak terbendung, mencerminkan betapa besarnya rasa syukur dan harapan yang dibawa oleh setiap individu.
Salah satu jamaah asal Lahat mengungkapkan bahwa dirinya telah lama menantikan momen ini. “Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ini adalah impian yang akhirnya terwujud. Semoga doa-doa kami di sini dikabulkan,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Selain menjadi tempat berdoa, Raudhah juga memiliki nilai historis yang sangat penting dalam perjalanan dakwah Islam.
Kawasan ini dahulu menjadi bagian dari rumah Nabi Muhammad dan menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Oleh karena itu, setiap jamaah diharapkan tidak hanya beribadah, tetapi juga merenungi makna perjuangan dan keteladanan Rasulullah.
Petugas kloter juga terus mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan dan stamina selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Cuaca di Madinah yang cenderung panas menjadi tantangan tersendiri, sehingga jamaah diminta untuk tetap menjaga asupan cairan dan beristirahat cukup.
Kegiatan ziarah ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian ibadah haji yang memberikan pengalaman spiritual mendalam bagi jamaah Indonesia.
Selain meningkatkan keimanan, momen ini juga mempererat kebersamaan antarjamaah dalam satu kloter.
Dengan selesainya ziarah Raudhah, Jamaah Haji Kloter 2 PLM (Lahat) dijadwalkan melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya sesuai agenda yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara ibadah haji.
Harapannya, seluruh jamaah dapat menjalani setiap tahapan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur.*












