Kepemimpinan Herman Deru dan Cik Ujang Tekan kemiskinan sumsel meraih penghargaan nasional

Foto ist

Palembang | Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika pembangunan daerah, Provinsi Sumatera Selatan menorehkan capaian yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Di bawah kepemimpinan Herman Deru dan Cik Ujang, provinsi ini berhasil mencatatkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan bergengsi dalam ajang National Governance Awards 2026.

Penghargaan sebagai Outstanding Province in Decreasing Poverty and Unemployment Rate bukan sekadar simbol prestise, melainkan cerminan dari kerja panjang yang melibatkan berbagai sektor.

Diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, penghargaan ini menjadi penegasan bahwa Sumatera Selatan mampu keluar dari bayang-bayang tantangan struktural dan bergerak menuju pertumbuhan yang inklusif.

Di balik penghargaan tersebut, terdapat angka-angka yang berbicara jelas. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan mencapai 5,33 persen, melampaui rata-rata nasional.

Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 9,85 persen—terendah sepanjang sejarah provinsi ini. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kehidupan masyarakat yang perlahan membaik.

Namun, keberhasilan ini tidak lahir secara instan. Ia merupakan hasil dari strategi pembangunan yang dirancang dengan pendekatan menyeluruh. Salah satu program unggulan yang menjadi fondasi adalah Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

Program ini tidak hanya bertujuan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, pemberdayaan UMKM menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah provinsi menyadari bahwa sektor usaha kecil dan menengah memiliki daya tahan yang kuat sekaligus potensi besar dalam menyerap tenaga kerja.

Melalui berbagai pelatihan, akses permodalan, dan pembinaan, UMKM di Sumsel perlahan naik kelas.

Gubernur Herman Deru Sholat Jumat Bersama di Masjid Al-Hayza

Herman Deru Batasi Kenaikan Dana Parpol Sumsel

Tak berhenti di situ, program 100 ribu Sultan Muda menjadi langkah progresif dalam mencetak generasi wirausaha baru.

Program ini membuka ruang bagi anak muda untuk berinovasi dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih dinamis dan berkelanjutan.

Selain penguatan ekonomi, pemerintah juga fokus pada pengendalian inflasi pangan dan pemerataan pembangunan infrastruktur.

Dua aspek ini sering kali menjadi penentu dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Infrastruktur yang baik membuka akses antarwilayah, sementara stabilitas harga pangan menjaga daya beli masyarakat.

Menariknya, pendekatan yang digunakan tidak hanya bersifat top-down. Pemerintah daerah juga membentuk satuan tugas khusus untuk penurunan kemiskinan yang bekerja langsung di lapangan.

Pendekatan ini memungkinkan identifikasi masalah secara lebih akurat dan penanganan yang lebih cepat.

Bagi Cik Ujang, penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Sumsel tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, perangkat birokrasi, dan masyarakat.

Pernyataan ini menggambarkan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi semua pihak.

Sementara itu, peran pemerintah pusat juga tidak bisa diabaikan. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia terus mendorong peningkatan kinerja daerah melalui sistem evaluasi dan kompetisi yang sehat.

Dalam konteks ini, penghargaan menjadi instrumen untuk memotivasi daerah agar terus berinovasi.

Ke depan, tantangan tentu masih ada. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berencana untuk terus memperkuat sektor unggulan seperti pertambangan, perkebunan, dan UMKM.

Ketiga sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

Lebih dari itu, visi besar yang diusung oleh Herman Deru dan Cik Ujang adalah menciptakan masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.

Dengan kata lain, pembangunan tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga kualitas hidup.

Apa yang dicapai Sumatera Selatan hari ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang terarah, program yang tepat sasaran, dan kolaborasi yang kuat dapat menghasilkan perubahan nyata.

Dari desa hingga kota, dampak pembangunan mulai terasa, membawa harapan baru bagi masyarakat.

Penghargaan yang diraih mungkin menjadi penanda keberhasilan, tetapi perjalanan masih panjang.

Sumatera Selatan kini berada di jalur yang tepat, menjaga momentum untuk terus tumbuh dan berkembang. Di tengah kompleksitas tantangan pembangunan, kisah ini menjadi contoh bahwa perubahan bukan hal yang mustahil—asal dijalankan dengan komitmen dan kerja nyata.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *