OKU Selatan – Pemerintah Desa Kemu Ulu, Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, memberikan penjelasan terkait kondisi ternak sapi dalam program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa, Kamis (16/4/2026).
Kepala Desa Kemu Ulu menyampaikan bahwa dalam kurun waktu dua tahun terakhir terdapat tiga ekor sapi program yang dilaporkan mati dengan penyebab berbeda.
“Untuk tahun 2025, satu ekor sapi dilaporkan hanyut terbawa arus saat sedang digembalakan di area padang rumput. Saat itu kondisi air sedang besar, sehingga sapi tidak dapat diselamatkan,” ujarnya.
BACA JUGA
Penertiban PKL di Muaradua, Pemkab OKU Selatan Tegaskan Sanksi dan Penataan Lingkungan
Proyek Paving Blok SDN 05 Muaradua Disorot, Diduga Tak Sesuai Anggaran
Sementara itu, pada tahun 2026, terdapat dua ekor sapi lainnya yang dilaporkan mati.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, kedua sapi tersebut diduga mati akibat sakit yang oleh warga setempat disebut “masuk angin”.
Kepala desa menegaskan bahwa informasi ini disampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya dan tidak menimbulkan pertanyaan atau asumsi yang beragam di tengah warga.
“Kami sampaikan ini agar masyarakat tahu, total ada tiga ekor sapi yang mati dalam program ketahanan pangan tersebut,” tambahnya.
Meski demikian, sejumlah warga berharap adanya peningkatan pengawasan dan perawatan terhadap hewan ternak program ke depan, guna meminimalisir kejadian serupa.
Transparansi dan evaluasi program dinilai penting agar manfaat program ketahanan pangan desa dapat berjalan.*












