DENMARK – Tidak puas dengan aturan skema yang banyak membuat publik badminton lovers tanah air dan Internasional kesal, marah dan emosi.
Selama perjalanan kompetisi di ajang kejuaraan Piala Thomas Cup 2026, Badan Federasi Badminton Internasional dikenal dengan istilah ‘BWF’ membuat aturan main yang memancing kontroversial diantara publik badminton dan pemain atlit badminton itu sendiri.
Salah satu kritikan tajam dan kecaman keras datang langsung dari ganda putra India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty menempati posisi ranking 4 dunia saa ini.
Chirag Shetty saat dijumpai Wartawan Internasional di Denmark saat usai laga pertandingan menghadapi rival bebuyutannya dari Negeri Francis sangat menyayangkan aturan skema dibuat BWF seakan merugikan pihak lawan termasuk tim Thomas Indonesia.
Menurut Chirag Shetty, dari sejak pertama kalinya ajang kompetisi bergengsi dua tahunan (Kejuaraan Piala Thomas dan Uber Cup) ini digelar tahun 1949 hingga 2020-an keatas, baru kali pertama di ajang kompetisi Piala Thomas dan Uber Cup 2026 inilah yang mengharuskan sektor tunggal secara beruntun diturunkan.
Padahal menurutnya, setelah laga pertama diturunkan dari sektor tunggal maka mutlak sektor ganda yang harus diturunkan bukan malah semua sektor tunggal turun.
“Jadi kesannya sedikit membuat semua atlit badminton yang berkompetisi di ajang Kejuaraan Piala Thomas Cup 2026 merasa kecewa atas kebijakan BWF atas usulan dari tim Francis harus menurunkan semua laga dari sektor tunggal,” tegas Chirag Shetty ganda putra terbaik India saat diwawancarai sejumlah Wartawan Internasional di Denmark beberapa waktu lalu telah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia.
BACA JUGA
Thomas INDONESIA Gagal Capai Target, Berikut Permohonan Maaf WAMENPORA Juga WAKETUM PP PBSI
Lebih lanjut dikatakan Chireg Shetty, kedepan BWF mutlak melakukan evaluasi total.
“Semestinya, usai laga pertama sektor tunggal itu diturunkan sektor ganda putranya bukan malah semua sektor tunggal turun, itu artinya skema seperti seolah-olah dibuat utk memuluskan langkah tim Thomas Francis menang mudah.
Kita ketahui bersama bahwa memang Francis di sektor tunggal memang kuat namun tidak harus merubah skema jalannya pertandingan.
Untuk itu, kami minta pada BWF lakukan evaluasi agar kompetisi Piala Thomas dan Uber Cup di masa mendatang kembali ke aturan awal sejak kejuaraan ini diresmikan,” ungkap Chirag Shetty kembali meluapkan emosinya usai tim Thomas nya kalah 0-3 dari tim Thomas Francis di laga semifinal Kejuaraan Piala Thomas Cup 2026 baru usai di Negeri Denmark dilansir dari berbagai sumber badminton lovers tanah air berhasil dihimpun kontributor interaksimassa.com pagi ini, Kamis (7/5/2026).
Terpisah, salah satu anak muda pecinta badminton lovers tanah air dari Daerah Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Restu juga mengutuk keras aturan BWF yang menurutnya seolah memuluskan langkah tim Thomas Francis menang mudah.
“Jujur, di ajang kompetisi Kejuaraan Piala Thomas Cup 2026 kali ini sangat kecewa besar kami bang.
Aturan skema dibikin BWF harus menurunkan sektor tunggal terlebih dahulu itu membuat publik badminton lovers tanah air marah dan kesal.
Kami minta BWF segera lakukan evaluasi dan mutlak di evaluasi.
Skema aturan dari dulu sampai sekarang itu seyogyanya laga pertama sektor tunggal diturunkan, baru diselenag seling sektor ganda turun, baru setelah sektor tunggal kembali dan setelahnya kembali ganda turun, jika skor pertandingan sama kuat atau imbang misal 2-2 maka ditentukan oleh sektor tunggal ke-3 diturunkan sebagai penentu Negara mana yang menjadi pemenang kompetisinya,” demikian disampaikan Restu dengan kritikan tajam membangunnya pada BWF.*













Semoga ada tindak lanjut untuk BWF segera melakukan evaluasi terhadap perhelatan Ajang Kompetisi Kejuaraan PIALA THOMAS & UBER CUP 2026 ini 💪💪💪😎