Makkah – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, suasana spiritual jamaah haji Kloter 02 PLM asal Lahat–Palembang semakin terasa khusyuk.
Di sela waktu menunggu wukuf, para jamaah memanfaatkan kesempatan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan melaksanakan umroh sunnah yang kini menjadi ibadah favorit di kalangan jamaah.
Laporan langsung dari Kloter 02 PLM menyebutkan, antusiasme jamaah untuk melaksanakan umroh sunnah cukup tinggi.
Ibadah ini dianggap sebagai bentuk tambahan amalan sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT selama berada di Tanah Suci.
Untuk melaksanakan umroh sunnah, jamaah harus terlebih dahulu mengambil miqat atau tempat berniat ihram di Masjid Aisyah Tan’im.
Lokasi ini menjadi pilihan utama karena merupakan miqat terdekat dari Masjidil Haram, dengan jarak sekitar 7 kilometer ke arah utara.
Perjalanan menuju Tan’im biasanya ditempuh dengan kendaraan bus yang disewa secara kolektif oleh jamaah.
Waktu tempuh yang relatif singkat, sekitar 15 menit dari hotel pemondokan, menjadikan lokasi ini sangat praktis dibandingkan miqat lainnya seperti Ji’ranah maupun Hudaibiyah.
Setibanya di Tan’im, jamaah memulai rangkaian ibadah dengan mengenakan pakaian ihram dan melafalkan niat umroh.
Setelah itu, mereka kembali ke Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf, yakni mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.
Menurut laporan terkini, kondisi di Masjidil Haram masih relatif lancar dan belum terlalu padat.
Hal ini disebabkan jamaah haji Indonesia gelombang kedua belum seluruhnya tiba di Makkah, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi jamaah dalam beribadah.
Usai thawaf, jamaah melanjutkan ibadah sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, yang juga dilakukan sebanyak tujuh kali perjalanan.
BACA JUGA
Jamaah Haji Kloter 2 PLM Lahat Perkuat Ibadah di Mekkah, Kultum Subuh Jadi Rutinitas Penuh Makna
Jamaah Haji Kloter 2 PLM Bertolak ke Mekkah, Awali Rangkaian Ibadah Haji dengan Umroh Wajib
Rangkaian umroh kemudian ditutup dengan tahalul, yaitu mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda selesainya ibadah.
Apriansyah, Ketua Rombongan (Karom) 2 Kloter 02 PLM, menjelaskan bahwa umroh sunnah dari Tan’im memiliki dasar historis yang kuat dalam ajaran Islam.
Ia merujuk pada peristiwa saat Rasulullah SAW memerintahkan Aisyah RA untuk mengambil miqat di Tan’im guna melaksanakan umroh setelah haji wada’.
“Tan’im menjadi lokasi favorit karena selain dekat, juga memiliki nilai sejarah yang penting.
Ini adalah batas tanah haram terdekat dari Makkah, sehingga sangat memudahkan jamaah yang ingin melaksanakan umroh tambahan,” ujar Apriansyah.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah jamaah, tetapi juga memperkuat kebersamaan antar anggota kloter.
Jamaah saling membantu, mulai dari persiapan keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Masjidil Haram.
Di tengah cuaca Makkah yang cukup panas, semangat jamaah tetap tinggi.
Mereka terlihat tetap disiplin menjaga kondisi fisik, mengatur waktu istirahat, serta mengikuti arahan petugas kloter agar ibadah berjalan lancar dan aman.
Dengan semakin dekatnya waktu wukuf di Arafah, jamaah diimbau untuk menjaga kesehatan dan fokus pada ibadah wajib haji.
Umroh sunnah menjadi pelengkap yang memperkaya pengalaman spiritual, namun tetap harus disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.
Momentum ini menjadi bukti bahwa perjalanan haji bukan hanya tentang memenuhi rukun Islam kelima, tetapi juga kesempatan emas untuk memperbanyak amal ibadah dan memperdalam keimanan di Tanah Suci.*












