Makkah – Jamaah Haji Kloter 2 PLM asal Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, melaksanakan kegiatan ziarah religi ke sejumlah lokasi bersejarah Islam di Kota Makkah, Arab Saudi.
Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting bagi jamaah untuk memperdalam pemahaman sejarah perjuangan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat nilai spiritual selama menjalankan ibadah haji.
Perjalanan ziarah tersebut diikuti ratusan jamaah yang terbagi dalam lima bus.
Sejak pagi hari, para jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian perjalanan menuju sejumlah situs bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.
Adapun lokasi yang dikunjungi dalam ziarah Kota Makkah ini meliputi Jabal Tsur, Jabal Nur, Padang Arafah, Muzdalifah, serta Mina.
Tempat-tempat tersebut dikenal sebagai bagian penting dari sejarah Islam dan menjadi tujuan favorit jamaah haji dari berbagai negara.
Pendamping jamaah dari KBIHU Assalam, H. Romi Oktarius, menjelaskan bahwa kegiatan ziarah ini bukan sekadar wisata religi, tetapi juga menjadi sarana refleksi spiritual bagi jamaah selama berada di Tanah Suci.
“Ziarah ini merupakan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah Islam di sekitar Kota Makkah yang dilakukan jamaah haji untuk memperkuat keimanan dan mengambil hikmah dari perjuangan Rasulullah SAW,” ujar H. Romi Oktarius di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, salah satu lokasi yang paling menarik perhatian jamaah adalah Jabal Nur.
Bukit tersebut dikenal sebagai tempat Gua Hira berada, lokasi pertama kali Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril.
Banyak jamaah tampak khusyuk saat mendengarkan penjelasan sejarah tentang awal turunnya Al-Qur’an tersebut.
Selain Jabal Nur, jamaah juga diajak melihat Jabal Tsur, bukit bersejarah tempat Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy saat peristiwa hijrah menuju Madinah.
BACA JUGA
Jamaah Haji Kloter 2 PLM Lahat Perkuat Ibadah di Mekkah, Kultum Subuh Jadi Rutinitas Penuh Makna
UMROH SUNNAH JADI IBADAH FAVORIT JEMAAH HAJI LAHAT JELANG WUKUF DI ARAFAH
Kisah pengorbanan dan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam membuat banyak jamaah terharu.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Padang Arafah, lokasi utama pelaksanaan wukuf yang menjadi puncak ibadah haji.
Di kawasan tersebut terdapat Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah dipisahkan dari surga.
Jamaah memanfaatkan kesempatan itu untuk memperbanyak doa dan dzikir.
Tidak hanya itu, jamaah juga diperlihatkan kawasan Muzdalifah dan Mina, dua lokasi penting dalam rangkaian ibadah haji.
Di Mina, jamaah mendapat penjelasan mengenai prosesi lempar jumrah yang nantinya akan dilaksanakan saat puncak ibadah haji berlangsung.
Suasana haru dan penuh kekhusyukan tampak menyelimuti para jamaah selama mengikuti ziarah.
Banyak jamaah mengaku mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam setelah melihat langsung tempat-tempat yang selama ini hanya diketahui melalui cerita dan pelajaran agama.
Salah seorang jamaah asal Lahat mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah Islam secara langsung.
Menurutnya, perjalanan tersebut menambah kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan semangat dalam menjalankan ibadah haji.
“Kami merasa sangat bersyukur bisa melihat langsung tempat perjuangan Rasulullah. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan tidak akan terlupakan,” ujarnya.
Kegiatan ziarah Kota Makkah ini juga berlangsung tertib dengan pengawasan petugas kloter dan pembimbing ibadah.
Para jamaah diimbau menjaga kesehatan mengingat suhu di Kota Makkah cukup panas, terutama saat aktivitas dilakukan di area terbuka.
Ketua Kloter 2 PLM Han Han Yustian terus mengingatkan jamaah agar menjaga kekompakan, memperbanyak ibadah, serta memanfaatkan waktu di Tanah Suci untuk meningkatkan kualitas spiritual.
Jamaah juga diminta menjaga kondisi fisik menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Melalui kegiatan ziarah ini, jamaah diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman religi, tetapi juga mampu meneladani perjuangan, kesabaran, dan keteguhan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam.*












