Diduga Proyek Siring di Simpang Sender Tengah Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Transparansi dan Tenaga Kerja Lokal

Foto ist

Oku Selatan – Pembangunan siring di Desa Simpang Sender Tengah, Kecamatan BPR.Ranau Tengah menjadi perhatian warga dan awak media.

Pasalnya, proyek tersebut disebut diduga tidak memasang papan informasi anggaran proyek di lokasi pekerjaan sehingga memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait sumber dana dan pelaksana kegiatan.

Saat wartawan interaksimassa.com meninjau lokasi Jumat (8/5/2026), terlihat sejumlah pekerja tengah melakukan pembangunan siring secara manual.

Di sepanjang proyek, tidak ditemukan papan nama proyek yang biasanya memuat informasi nilai anggaran, volume pekerjaan, sumber dana, hingga waktu pelaksanaan.

Salah seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengaku sudah bekerja lebih dari dua minggu.

Ia menyebut upah tukang sebesar Rp130 ribu per hari, sedangkan kenek menerima Rp100 ribu per hari. Hanya saja, gaji kenek sama tukang beda. Sedangkan tukang ada 6, dan untuk kenek ada 8 orang

“Kalau tukang Rp130 ribu per hari, kenek Rp100 ribu. Kami sudah dua minggu lebih kerja di sini,” ujar salah satu pekerja.

BACA JUGA

Proyek Paving Blok SDN 05 Muaradua Disorot, Diduga Tak Sesuai Anggaran

Pemerintah luncurkan 13 proyek hilirisasi tahap II senilai Rp116 triliun untuk memperkuat industri nasional

Pekerja tersebut juga menyebut proyek itu disebut-sebut milik “pak kades” dan pemborong berasal dari Metro, Lampung.

Di sisi lain, beberapa warga mengaku kecewa karena tenaga kerja yang digunakan didominasi dari luar daerah. Menurut warga, masyarakat setempat juga membutuhkan pekerjaan dan berharap bisa dilibatkan dalam proyek desa tersebut.

“Kami sebagai masyarakat Simpang Sender Tengah sebenarnya butuh pekerjaan. Tapi pekerjanya banyak dari Lampung, masyarakat sini cuma menonton,” ungkap salah seorang warga.

Warga juga menyoroti proses pengolahan semen yang masih dilakukan secara manual.

Mereka berharap pelaksanaan proyek dapat dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait tidak adanya papan informasi proyek, mekanisme perekrutan tenaga kerja, serta sumber anggaran pembangunan siring tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka guna menjaga transparansi dan menghindari polemik di tengah warga.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *