Empat Lawang | Malam di depan Kantor Bupati Empat Lawang terasa berbeda pada Jumat, 8 Mei 2026. Cahaya lampu menerangi wajah-wajah penuh harap, sementara doa-doa lirih mengalun di tengah suasana haru.
Di tempat itu, puluhan keluarga melepas keberangkatan orang-orang tercinta yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Sebanyak 76 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Empat Lawang resmi dilepas menuju Asrama Haji Palembang sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang bersama Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta keluarga jemaah yang memenuhi lokasi acara.
Bagi masyarakat Empat Lawang, keberangkatan haji bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Ia adalah perjalanan spiritual yang sarat makna, simbol perjuangan panjang, dan buah dari penantian bertahun-tahun.
Tidak sedikit jemaah yang telah menabung sejak usia muda demi bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Acara pelepasan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, disusul laporan panitia dan sambutan para pejabat daerah.
Namun di balik rangkaian seremonial itu, tersimpan emosi yang sulit disembunyikan. Tangis keluarga pecah saat para jemaah bersalaman sebelum menaiki bus yang akan membawa mereka menuju Palembang.
Dari total 77 jemaah yang terdaftar tahun ini, satu orang belum dapat diberangkatkan karena masih menjalani perawatan medis di IGD.
Sementara 76 jemaah lainnya tergabung dalam Kloter 12 Gelombang II Embarkasi Palembang. Dua jemaah lain dijadwalkan berangkat pada Kloter 15 beberapa hari berikutnya.
Rentang usia para jemaah mencerminkan keberagaman kisah hidup yang mereka bawa. Jemaah tertua berusia 83 tahun, sementara yang termuda berusia 31 tahun.
Di antara mereka ada pensiunan, petani, pedagang, hingga ibu rumah tangga yang selama bertahun-tahun menyimpan impian untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Cik Ujang Tegaskan Generasi Muda Sumsel Harus Cerdas dan Berkarakter Kebangsaan Kuat
Dalam sambutannya, Joncik Muhammad mengingatkan para jemaah agar menjaga kesehatan fisik dan memperkuat kesiapan mental maupun spiritual selama menjalankan ibadah haji.
Ia menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan ibadah serta memperbanyak doa agar seluruh rangkaian perjalanan diberikan kelancaran.
“Kami berharap seluruh jemaah asal Kabupaten Empat Lawang menjadi haji dan hajjah yang mabrur serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Joncik di hadapan para jemaah dan keluarga.
Menurutnya, pelepasan CJH tahun ini terasa istimewa karena dihadiri langsung Wakil Gubernur Sumsel.
Kehadiran pemerintah provinsi dianggap sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat daerah, khususnya bagi para jemaah yang akan menjalankan perjalanan panjang dan penuh makna tersebut.
Sementara itu, Wakil Gubernur Cik Ujang berpesan agar seluruh jemaah menjaga kekompakan dan selalu mengikuti arahan petugas haji selama berada di Arab Saudi.
Ia mengingatkan pentingnya disiplin dan kebersamaan, terutama karena ibadah haji melibatkan jutaan umat Muslim dari berbagai negara.
“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Tetap jaga kekompakan sesama jemaah asal Empat Lawang dan jaga nama baik daerah serta Provinsi Sumatera Selatan,” pesannya.
Di tengah suasana haru itu, dua unit bus perlahan mulai bergerak meninggalkan halaman kantor bupati. Lambaian tangan keluarga terus mengiringi perjalanan mereka. Sebagian menitikkan air mata, sebagian lain memanjatkan doa dalam diam.
Perjalanan menuju Tanah Suci memang dimulai dari keberangkatan fisik, tetapi sejatinya ia adalah perjalanan hati.
Bagi para jemaah Empat Lawang, momen ini menjadi titik penting dalam kehidupan mereka—perjalanan menuju panggilan suci yang telah lama dinanti.
Dan malam itu, di bawah langit Empat Lawang, harapan-harapan sederhana ikut berangkat bersama rombongan jemaah: harapan untuk pulang dengan selamat, membawa keberkahan, dan kembali sebagai pribadi yang lebih baik.
**












