Lubuklinggau – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menyelimuti keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lubuklinggau.
Salah satu putra terbaik HMI, Al Hayat, meninggal dunia pada pagi hari sekitar pukul 03.00 WIB di Rumah Sakit Siloam Silampari, setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU akibat penyakit kanker kelenjar getah bening yang telah lama dideritanya.
Almarhum diketahui telah berjuang melawan penyakit tersebut selama lebih dari dua tahun.
Dalam masa pengobatannya, Al Hayat beberapa kali menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, termasuk sempat berobat ke Palembang demi ikhtiar kesembuhannya.
Kepergian Al Hayat meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ia meninggalkan seorang istri tercinta serta tiga orang anak, terdiri dari dua putra dan satu putri.
Semasa hidupnya, Almarhum dikenal sebagai sosok aktivis yang penuh dedikasi.
Ia merupakan alumni sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Lubuklinggau, serta pernah mengemban amanah sebagai anggota KPU Kota Lubuklinggau pada masanya.
BACA JUGA
Santunan Anak Yatim Warnai Buka Puasa KAHMI di Lubuklinggau
Alumni HMI-Wati di Sumsel Desak Penegakan Hukum Kasus Pelecehan Anak di Gandus Palembang
Bagi banyak kader HMI, Al Hayat bukan hanya seorang senior, melainkan teladan dalam perjuangan dan pengabdian.
Bahet Edi Kuswoyo, alumni HMI yang juga dosen hukum di salah satu perguruan tinggi Islam swasta di Lubuklinggau, mengaku sangat kehilangan sosok Al Hayat yang selama ini ia kagumi.
“Beliau adalah senior yang sangat baik, sosok yang mengayomi adik-adiknya di HMI. Banyak nasihat dan wejangan yang beliau sampaikan agar kami tetap istiqamah dalam perjuangan sebagai aktivis HMI. Beliau selalu mengingatkan bahwa seorang aktivis harus memiliki jiwa leadership yang kuat serta integritas kepribadian yang tinggi,” ungkap Bahet dengan mata berkaca-kaca.
Menurutnya, kepergian Al Hayat adalah kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia aktivisme dan masyarakat Lubuklinggau.
“Selamat jalan seniorku, Al Hayat. Engkau telah menuntaskan perjuanganmu di dunia ini. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosamu, menerima seluruh amal ibadahmu, melapangkan kuburmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutur bahet yang juga Advokat pembela Islam
Doa-doa terus mengalir dari sahabat, keluarga, dan para alumni HMI yang pernah mengenal sosoknya.
“Ya Allah, ampunilah dosa-dosa beliau, angkat derajatnya, lapangkan alam kuburnya, jadikan sakit yang beliau derita sebagai penggugur dosa, dan masukkan beliau ke dalam surga-Mu yang penuh rahmat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.”












