Palembang – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di kawasan Gandus, Kota Palembang, memantik keprihatinan berbagai pihak.
Sejumlah Alumni HMI-Wati (FORHATI) Sumatera Selatan turun langsung memberikan pendampingan moral kepada korban dan keluarganya pada Sabtu pagi (9/5/2026).
Ketua MD Korps Alumni HMI (KAHMI) Ogan Ilir Sumsel, sekaligus anggota Forhati Sumsel, Uswatun Hasanah S Kep menegaskan, bahwa peristiwa pelecehan seksual terhadap anak tidak boleh dianggap biasa dan harus menjadi pelajaran bersama agar masyarakat semakin waspada.
“Semoga hal ini tidak terulang kembali serta menjadi pelajaran untuk kita semua untuk tetap waspada dan peduli dengan lingkungan sekitar terutama orang-orang yang kita cintai,” ujar Uswatun Hasanah saat kunjungan bersama FORHATI Sumsel,Kepala UPTD Puskesmas,lurah Gandus Kecamatan Gandus Kota Palembang, ke rumah korban.
Korban yang disamarkan dengan nama Bunga (12), diketahui masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Hingga kini, korban disebut masih mengalami trauma akibat peristiwa yang menimpanya.
Menurut Uswatun Hasanah, perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap kasus ini dapat membuka kesadaran publik agar lebih aktif menjaga lingkungan dan memperhatikan aktivitas anak-anak di sekitar tempat tinggal.
“Harus menjadi perhatian semua pihak, dan menjadi tanggung jawab bersama untuk kepastian hukum anak-anak generasi penerus bangsa Indonesia,”tambahnya.
Kehadiran rombongan FORHATI Sumsel, MD KAHMI Ogan Ilir, serta pihak Puskesmas Kecamatan Gandus Kota Palembang menjadi bentuk dukungan moril sekaligus upaya menguatkan keluarga korban yang tengah menghadapi tekanan psikologis.
Kunjungan mereka membawa bantuan dan bingkisan sebagai bentuk empati terhadap kondisi korban dan keluarga.
Sementara itu, Ketua Presidium Forhati Sumsel, Heny Susantih menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kasus yang terjadi.
BACA JUGA
Menko Yusril”Menjaga Kepercayaan Publik di Tengah Sorotan Sidang Kasus Andrie Yunus
Tiga Pejabat KPU Prabumulih Divonis Penjara Kasus Korupsi Hibah
Ia menilai tindak kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan serius yang harus mendapatkan perhatian penuh dari aparat penegak hukum maupun masyarakat luas.
“Kami dari FORHATI Sumsel sangat prihatin atas kejadian ini. Anak-anak seharusnya mendapatkan rasa aman dalam lingkungan tempat tinggal maupun sekolah. Kami berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang berat sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Heny.
Ia juga mengungkapkan keresahan masyarakat apabila pelaku masih bebas berkeliaran di lingkungan sekitar lokasi kejadian.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu ketakutan warga dan mengancam keselamatan anak-anak lainnya.
“Kita resah kalau pelaku masih berkeliaran. Ini menyangkut keselamatan anak-anak dan masyarakat sekitar. Karena itu kami berharap proses penanganan dilakukan cepat dan transparan,” tambahnya.
FORHATI Sumsel juga meminta aparat terkait untuk membuka akses terhadap rekaman CCTV yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Rekaman itu dinilai penting untuk membantu proses identifikasi pelaku oleh warga maupun keluarga korban.
“Rekaman CCTV harus ditunjukkan kepada keluarga. Siapa tahu dikenali oleh orang sekitar korban sehingga bisa membantu mempercepat pengungkapan kasus,” katanya lagi.
Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Gandus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keamanan anak di lingkungan tempat tinggal.
Desakan agar pelaku segera ditangkap terus menguat dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam kunjungan itu, turut hadir Kepala Puskesmas Gandus dan Ibu Lurah Gandus yang memberikan dukungan moril kepada korban.
Kehadiran unsur pemerintah dan tenaga kesehatan diharapkan dapat membantu pemulihan psikologis korban pascakejadian.
Selain itu, FORHATI Sumsel mengajak seluruh masyarakat agar tidak bersikap apatis terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak.
Mereka menilai kepedulian sosial dan keberanian melapor menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya korban-korban baru.
FORHATI Sumsel, MD KAHMI Ogan Ilir juga mendorong agar aparat penegak hukum memberikan kepastian hukum dan proses penyelidikan yang transparan sehingga masyarakat memperoleh rasa aman dan keadilan bagi korban dapat terwujud.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa ancaman kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat.
Dukungan moril, pengawalan hukum, serta perhatian terhadap pemulihan trauma korban menjadi bagian penting dalam penanganan kasus agar anak-anak mendapatkan perlindungan maksimal.*












