Pemantapan Manasik Armuzna Jamaah Haji Kloter PLM 2, Bekal Penting Hadapi Puncak Haji di Arafah hingga Mina

Laporan : Ketua Kloter 2 PLM (Lahat) Sumsel/Han Han Yustian

Foto ist

MAKKAH – Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji 1447 Hijriah, jamaah haji Kloter Embarkasi Palembang 2 (PLM 2) mengikuti kegiatan pemantapan manasik persiapan Armuzna yang digelar pada 21 Mei 2026 di Musholla Hotel Abraj Almisk, Makkah.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh jamaah memahami tahapan ibadah selama fase Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Ketua Kloter Embarkasi Palembang 2, Han Han Yustian, mengatakan kegiatan pemantapan manasik dilaksanakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada jamaah terkait rangkaian ibadah pada fase puncak haji.

Menurutnya, fase Armuzna merupakan momentum paling sakral sekaligus paling padat dalam pelaksanaan ibadah haji sehingga jamaah perlu memahami teknis dan tata cara pelaksanaannya secara rinci.

“Pemantapan manasik persiapan Armuzna ini diselenggarakan untuk menjelaskan kepada seluruh jamaah terkait ibadah yang akan dilaksanakan pada puncak haji. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan seluruh jamaah dapat menjalani proses Armuzna dengan lancar, tertib, dan khusyuk,” ujar Han Han Yustian dalam arahannya kepada jamaah.

Dalam kegiatan tersebut, jamaah diberikan penjelasan mengenai pola penempatan di tenda-tenda Arafah dan Mina.

Penataan jamaah di area Armuzna menjadi perhatian serius karena jumlah jamaah yang sangat besar serta kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

Han Han Yustian menegaskan, penempatan jamaah di tenda dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memastikan seluruh jamaah dapat menjalani prosesi ibadah dengan aman dan nyaman.

Selain itu, koordinasi dengan syarikah atau perusahaan layanan haji di Arab Saudi juga terus dilakukan agar seluruh proses pergerakan jamaah berjalan sesuai jadwal resmi.

Sementara itu, Pembimbing Ibadah Kloter PLM 2, Sutrisno Hadi, memaparkan secara rinci tahapan kegiatan Armuzna yang akan dijalani jamaah haji.

Ia menjelaskan bahwa pada 8 Zulhijjah 1447 Hijriah, jamaah akan diberangkatkan dari Hotel Abraj Almisk menuju Arafah menggunakan bus yang telah disiapkan.

BACA JUGA

Tim Koordinasi Haji Kunjungi PPIH Kloter Sektor 6 Jarwal Mekkah

Menjelang Puncak Haji 2026, PPIH Arab Saudi Perkuat Koordinasi dan Kesiapan Armuzna Jamaah Indonesia

Setibanya di Arafah, jamaah akan menempati tenda untuk melaksanakan rangkaian ibadah hingga memasuki puncak haji, yakni wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah.

Kegiatan wukuf akan diisi dengan khutbah, pelaksanaan shalat, zikir, doa bersama, serta berbagai amalan sunnah lainnya.

“Wukuf di Arafah merupakan inti dari ibadah haji. Karena itu jamaah diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperbanyak doa dan ibadah,” jelas Sutrisno Hadi di hadapan jamaah.

Setelah pelaksanaan wukuf, jamaah selanjutnya bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit atau bermalam.

Pada fase ini, jamaah juga akan mengumpulkan batu kerikil yang nantinya digunakan untuk melempar jumrah di Mina.

Kemudian pada tengah malam, jamaah diberangkatkan dari Muzdalifah menuju Mina menggunakan bus.

Di Mina, jamaah akan kembali menempati tenda untuk bermalam sebelum melaksanakan lempar jumrah pada tanggal 10, 11, dan 12 Zulhijjah.

Prosesi lempar jumrah dilakukan dengan berjalan kaki dari tenda Mina menuju area Jamarat.

Petugas kloter pun mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi kesehatan dan stamina mengingat jarak tempuh yang cukup jauh serta kepadatan jamaah dari berbagai negara.

Setelah seluruh rangkaian lempar jumrah selesai dilaksanakan, tepatnya pada 12 Zulhijjah, jamaah akan kembali diberangkatkan dari Mina menuju Hotel Abraj Almisk menggunakan bus sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dalam pemantapan manasik tersebut, petugas kloter juga mengingatkan jamaah agar disiplin mengikuti jadwal pergerakan resmi yang telah ditetapkan syarikah.

Jamaah diminta tidak melakukan pergerakan sendiri di luar ketentuan demi menjaga keamanan dan ketertiban selama fase Armuzna berlangsung.

Selain itu, seluruh jamaah diwajibkan membawa serta menjaga kartu Nusuk yang menjadi identitas resmi jamaah selama berada di Arab Saudi.

Kartu tersebut menjadi dokumen penting yang digunakan dalam berbagai layanan dan akses selama pelaksanaan ibadah haji.

Petugas berharap melalui kegiatan pemantapan manasik ini, jamaah dapat lebih siap menghadapi seluruh tahapan Armuzna dengan penuh kesabaran dan kedisiplinan.

Persiapan yang matang diyakini menjadi salah satu kunci sukses pelaksanaan ibadah haji, terutama dalam menghadapi puncak haji yang identik dengan kepadatan dan mobilitas tinggi.

Dengan semangat kebersamaan dan pembinaan intensif dari petugas kloter, jamaah haji PLM 2 diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar serta memperoleh predikat haji mabrur.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *