SINGAPURA – Ajang kompetisi badminton Internasional bergengsi Singapore Open 2026 menceritakan banyak teka-teki panjang perjalanan perjuangan semua atlit badminton Internasional termasuk Indonesia.
Di ajang kompetisi Singapore Open 2026 ini, Men’s Double (MD) atau ganda putra Indonesia harus puas di posisi _’Runner-up’_ (juara ke-2 medali perak).
Hasil ini diperoleh secara dramatis dan penuh perjuangan extra keras oleh pasangan baru dipasangkan belum genap setahun ini yakni Muhammad Shohibul Fikri/Fajar Alfian.
Di laga hidup mati bangsa Indonesia tadi malam, Fajar/Fikri biasa dijuluki ‘FaFi’ ini harus mengakui keunggulan rival bebuyutannya dari Negeri Nehi-Nehi (India) Satwijsairaj Rankireddy/Shirag Shetty.
Upaya mencoba melakukan tekanan tajam dan smash-smash keras menyilang kerap kali telah banyak dilakukan oleh masing-masing ke-2 pasangan ini baik ganda putra terbaik Indonesia Fajar/Fikri maupun ganda putra India.
Di set pertama, Fajar/Fikri sempat ketinggalan 1 (satu) poin saat kedudukan 17-18.
Namun, berkat konsistensi dan fokus serangan bertubi-tubi digempur oleh Fajar dan Fikri hingga bisa menembus benteng pertahanan ganda putra India akhirnya 4 (empat) poin beruntun berhasil diraih Fajar/Fikri dan menang di set pertama dengan skor 21-18.
Pasca turun minum, memasuki set ke-2 jual beli serangan di ke-2 belah pihak semakin menyala.
BACA JUGA
Bantai CHINA Skor Telak, Fajar/Fikri Menyala Ke Final SINGAPORE OPEN
Super, Unggulan Pertama CHINA Tumbang di Tangan Tunggal INDONESIA
Saat kedudukan tertinggal 15-20, Fajar/Fikri masih extra keras berupaya mengejar ketertinggalannya namun akhirnya masih kalah dengan raihan skor 17-21.
Di set penentu (set ke-3), Fajar/Fikri pada dasarnya sangat agresif melakoni laga sengit dan tajam menghadapi ganda putra India Satwijsairaj Rankireddy/Shirag Shetty ini.
Tapi, semua upaya demi upaya telah dilakukan secara extra keras namun belum membuahkan hasil.
Alhasil, skor kemenangan di set penentu (set ke-3) ini diraih oleh ganda putra India skor 21-16.
“Walau posisi ganda putra Indonesia kita Fajar/Fikri belum mampu meraih gelar juara perdananya, posisi runner-up (juara ke-2 medali perak) tembus ke laga pamungkas final itu sudah luyaman bagus bang,” ujar Muhammad Restu anak muda pecinta badminton lovers tanah air dari Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati (Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan) pada media online nasional interaksimassa.com pagi ini, Senin (1/6/2026).
Ditambahkan Restu aktivis Pemuda Muhammadiyah (PM) Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan ini, capaian runner-up bukanlah hasil yang buruk namun perlu untuk ditingkatkan.
“Bukan hasil buruk, namun tetap mutlak berlatih keras lagi khusus ganda putra Indonesia kita Fajar/Fikri ini bang,” ungkap Restu kembali dengan penuh semangatnya.
Terakhir Restu dan semua anak muda pecinta badminton lovers tanah air Indonesia mendo’akan dan mensupport semua atlit-atlit badminton Indonesia terus semangat berlatih lebuh extra keras lagi mengingat kompetisi laga berikutnya di tanah air Indonesia sendiri yakni ‘Kejuaraan Indonesia Open’ sebentar lagi hadir di tanah air kita pada 2-9 Juni 2026 ini.
“Semoga atlit-atlit badminton Indonesia kita terus extra keras lagi berlatih guna persiapan matang menghadapi kompetisi Kejuaraan Indonesia Open 2026 ini bang,” demikian disampaikan Restu dengan penuh semangat merah putihnya ini.
(ADITYA GUMAY)













ALHAMDULILLAH Masih Bersyukur mencapai posisi ‘RUNNER-UP’ Semoga di INDONESIA OPEN 2026 Bisa ‘JUARA’ 🇮🇩💫😎💪🤲