LAHAT – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lahat terus memperkuat upaya menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui berbagai strategi kolaboratif.
Salah satunya dengan menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam kegiatan Sosialisasi dan Ngisi Bareng (NGIBAR) yang digelar pada 9 hingga 10 Juni 2026 di Gedung PKK Kabupaten Lahat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan menghimpun data ekonomi secara menyeluruh, akurat, dan terkini sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional maupun daerah.
Program NGIBAR dirancang sebagai sarana pendampingan bagi pelaku usaha dalam mengisi kuesioner sensus secara mandiri. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penjelasan langsung mengenai tata cara pengisian data sehingga proses pelaporan dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan akurat.
Kepala BPS Kabupaten Lahat, Dedi Fahlevi, M.Si., menjelaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang menjadi responden utama dalam kegiatan pendataan tersebut.
Menurutnya, data yang dihasilkan dari sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam mendukung penyusunan berbagai kebijakan pembangunan. Data tersebut tidak hanya menjadi rujukan pemerintah pusat, tetapi juga menjadi dasar perencanaan program pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan strategis untuk menyediakan data ekonomi yang akurat, komprehensif, dan mutakhir sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujar Dedi dalam pemaparannya.
BPS Lahat Gandeng BGN Sukseskan Sensus Ekonomi
Untuk Data Akurat dan Terpercaya, BPS Lahat Gandeng JSIT Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Dalam pelaksanaannya, BPS Kabupaten Lahat juga memanfaatkan berbagai momentum kegiatan yang diselenggarakan instansi lain untuk memperluas jangkauan sosialisasi.
Pada kesempatan kali ini, BPS berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lahat dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perizinan dan Pengawasan Berusaha Berbasis Risiko yang diikuti para pelaku usaha.
Kolaborasi tersebut dinilai efektif karena mampu menghadirkan pelaku usaha dari berbagai sektor dalam satu forum. Selain mendapatkan materi terkait perizinan dan pengawasan usaha, peserta juga memperoleh informasi mengenai pentingnya berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026.
Dedi menambahkan, nantinya petugas sensus akan mendatangi rumah tangga maupun lokasi usaha untuk melakukan pendataan secara langsung. Informasi yang dikumpulkan meliputi berbagai aspek kegiatan usaha yang dijalankan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa seluruh data yang diberikan responden akan dijaga kerahasiaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Data tersebut hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak akan dipublikasikan secara individu.
“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan terpercaya. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi dan pemberdayaan usaha,” katanya.
Selain memberikan pemahaman kepada pelaku usaha, kegiatan NGIBAR juga menjadi wadah untuk membangun kesadaran bahwa data statistik memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Dengan data yang berkualitas, pemerintah dapat menyusun program yang lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan terhadap pelaksanaan SE2026 juga datang dari kalangan pelaku usaha. Koordinator UMKM Kabupaten Lahat yang akrab disapa Jeng Ena menyatakan kesiapan komunitas UMKM untuk berpartisipasi aktif dalam sensus ekonomi yang akan dilaksanakan BPS.
Menurutnya, pelaku usaha memiliki kepentingan langsung terhadap kualitas data ekonomi yang dihasilkan. Semakin baik data yang tersedia, semakin tepat pula kebijakan yang dapat dirancang pemerintah untuk mendukung perkembangan usaha masyarakat.
“Kami siap mendukung dan berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh BPS. Kami juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk menyambut petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi usahanya,” ujarnya.
Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh, termasuk perkembangan sektor usaha, struktur ekonomi, hingga potensi yang dimiliki masing-masing daerah.
Melalui hasil sensus tersebut, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi ekonomi daerah, termasuk Kabupaten Lahat.
Informasi tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam merancang kebijakan pembangunan, peningkatan investasi, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor-sektor ekonomi unggulan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, instansi terkait, serta partisipasi aktif para pelaku usaha, BPS Kabupaten Lahat optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan sensus ini mampu menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan terpercaya sebagai fondasi penting bagi pembangunan ekonomi Kabupaten Lahat di masa mendatang.
**












