INDONESIA – Kisah unik dan sangat bersejarah datang dihadapan pembaca media online nasional interaksimassa.com kali ini Selasa (23/6/2026) datang dari sosok peraih medali emas Olympic Games (Olimpiade Dunia di Beijing China) tahun 2008 yaitu Hendra Setiawan.
Hendra Setiawan pernah berpartner dengan Almarhum Markis Kido saat duet menghadapi wakil tuan rumah Tiongkok (China) di ajang laga final Olympic Games tahun 2008 sukses sebagai pemenang peraih medali emas di ajang bergengsi empat (4) tahunan ini.
Ternyata, kilas balik sejarah disepanjang karir dunia badmintonnya, sosok Hendra Setiawan pernah juga menggandeng putri cantik gadis berkebangsaan Rusia Anastasia Betrix.
Gadis cantik dan manis Anastasia Bextrik Rusia ini ternyata saat duet (gandeng) dengan Hendra Setiawan berpartner sektor ganda campuran pernah tembus laga pamungkas final di even kejuaraan Indonesia Open tahun 2010.
Siapa sangka, di balik reputasinya sebagai legenda ganda putra, Hendra Setiawan pernah menciptakan kisah unik di sektor ganda campuran.
Hendra sempat berduet dengan pebulu tangkis Rusia, Anastasia Russkikh. Meski hanya berlangsung singkat, pasangan lintas negara ini sukses mencuri perhatian dunia badminton lovers tanah air dan bahkan internasional.
Pada 2010, Hendra mencoba keluar dari zona nyaman, lalu berpasangan dengan Anastasia bukan perkara mudah.
Keduanya berasal dari negara berbeda, menghadapi kendala bahasa, dan memiliki gaya bermain yang tidak sama.
Awal perjalanan mereka bahkan jauh dari kata mulus.
Hendra/Anastasia langsung tersingkir di babak kualifikasi Singapore Open 2010.
Namun cerita berbeda tersaji di kejuaraan Indonesia Open tahun 2010.
Bermain di hadapan publik Istora Senayan DKI Jakarta, pasangan “gado-gado” ini tampil mengejutkan.
BACA JUGA
Tumbangkan THAILAND Duo Kidal INDONESIA Melaju Ke Quarter Final MACAU OPEN
Mereka melangkah mulus hingga partai pamungkas final dan menjadi salah satu kisah paling menarik di turnamen tersebut.
Sayangnya, mimpi meraih gelar juara harus kandas di laga puncak final Indonesia Open 2010.
Hendra/Anastasia kalah dramatis dari pasangan Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba, dengan skor ketat 18-21 dan 20-22.
Meski hanya menjadi juara runner-up (finalis Indonesia Open 2010), pencapaian itu tetap dikenang sebagai salah satu momen unik dalam karier Hendra Setiawan.
Sayang, duet menjanjikan tersebut tidak bertahan lama.
Selepas Kejuaraan level Asian Games tahun 2010, Hendra diterpa cedera serius yang memaksanya fokus pada pemulihan.
Demi menjaga karier jangka panjang, ia memutuskan menghentikan petualangannya di sektor ganda campuran.
Rencana menyatukan kembali Hendra dan Anastasia pun akhirnya tak pernah terwujud.
Saat Hendra kembali pulih, Anastasia lebih dulu memilih pensiun dan beralih menjadi pelatih setelah membangun kehidupan baru bersama keluarganya.
Kini keduanya sama-sama berada di balik layar.
Hendra Setiawan telah mengakhiri karir profesional badmintonnya setelah laga perpisahan emosional bersama Mohammad Ahsan pada ajang Indonesia Masters 2025 lalu.
Mengikuti jejak mantan partner uniknya itu, Hendra kini meniti karir sebagai pelatih dan membimbing pasangan ganda putra Indonesia Non Pelatnas Sabar Karyaman Gutama yang berpartner dengan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.
Sebuah kisah singkat, tetapi cukup untuk membuktikan bahwa sentuhan magis Hendra Setiawan mampu bersinar di sektor manapun itu walau basic utamanya lama dibesarkan di sektor ganda putra bersama Almarhum Markis Kido dan Mohammad Ahsan.*












